Showing posts with label Apt Project. Show all posts
Showing posts with label Apt Project. Show all posts

Apt Project: Closet Makeover - A Work In Progress

Friday, January 16, 2015

Udah lama banget semenjak postingan terakhir saya tentang Apt Project. Terakhir saya membahas tentang Breakfast Station di area dapur saya yang mungil, dan juga tentang Reveal: Kitchen Set & Living Room. Sekarang sudah setahun saya tinggal disini, tapi beberapa decorating projects masih tetap berlangsung, such as our wardrobe room ;)


Sebenernya sekarang juga belum selesai sih, tapi lumayan lah sekarang udah ada lemari buat nyimpen baju dengan layak. Kemaren-kemaren naro baju masih pake rak kecil plus sebagian ditaruh dalam koper (>_<) berhubung belum ada storage. Setelah bolak-balik gonta ganti rencana layout ruangan wardrobe, akhirnya diputuskan lah untuk membeli lemari rak Kallax dari Ikea sebagai pengganti lemari pakaian. 

Dari awal memang saya pengennya sistem open wardrobe, biar kaya di butik-butik gitu ceritanya hihihi Pengennya sih pakai custom wardrobe system dari seri PAX nya Ikea, namun apa daya harganya selangit. Terus mikir apa pakai system ALGOT series aja yang jauh lebih murah daripada PAX, tapi kendalanya kalau pakai sistem Algot nanti susah dipindah-pindah posisinya karena rak-nya permanen nempel ke dinding. Berhubung saya orangnya bosenan dan suka ganti-ganti layout furniture jadi saya urung juga pakai Algot. 

Ada lagi namanya STOLMEN system, tapi saya nggak suka penampakannya. SKIP!

Akhirnya saya memutuskan untuk pakai lemari rak besar dari seri KALLAX. Harganya lumayan lah kalau dibanding pesen custom rack system dari Algot. Saya dan hubby memutuskan beli yang ukuran paling besar dengan total 16 rak. Harganya IDR 1,899,000 - TAPIIII..... berhubung saya pemburu diskon jadi saya beli nya di bagian "As Is" --> tempat clearance barang-barang ikea yang lokasinya di dekat area kasir.

Barang-barang di area AS-IS ini harganya miring karena biasanya ada sedikit cacat atau barang bekas display. Kebanyakan sih cacatnya nggak keliatan kok. Seperti lemari Kallax saya ini. Saya beli di bagian As-Is hanya seharga IDR 980,000-an saja!! Hohoho ... Lumayan, dapet setengah harga dari harga aslinya yang hampir dua jeti (^_^) *happydance*.


Lemari yang saya dapat ini di diskon karena bekas display, cacatnya hanya ada sedikir watermark dan ada bekas bor (yang nantinya rencana nya akan saya tutup dengan laci biar nggak keliatan hehe). Lemari kallax ini memang bisa dipasangi laci atau dipasangin keranjang yang berfungsi sebagai laci. 

Ada beberapa macam laci yang bisa dipakai untuk lemari kallax ini. Waktu itu saya mau sekalian beli lacinya juga tapi lagi out of stock. Rencananya saya mau pasang dua buah laci di bawah ini untuk di bagian tengah lemari. Fungsinya nanti untuk laci underwear (^_^)


Contoh lemari dengan laci:
(photo source: Ikea)

Saya memutuskan untuk pakai rak semacam ini sebagai pengganti lemari baju karena kalau hanya pakai lemari baju biasa udah pasti nggak muat itu baju-baju saya huhuhu Belum lagi ditambah baju suami. Lah wong baju saya aja udah satu lemari lebih (>_<) *guilty*

Kalau mau pakai lemari baju pasti butuh dua lemari, atau at least satu lemari tapi yang model empat pintu. Kalau dihitung-hitung ya harganya jadi mahal juga, udah gitu lemari baju 4 pintu pasti makan tempat. Berhubung space di kamar wardrobe sangat terbatas jadinya rak kallax ini adalah jawaban paling tepat untuk kebutuhan kami saat ini. Ditambah satu rak gantungan yang memang kami sudah punya lebih dulu, untuk menampung sisa baju kami. 

Rak kallax untuk tempat menyimpan baju-baju yang bisa dilipat seperti kaus, jeans, sweater, celana pendek, rok, dll. Juga untuk tempat laci underwear. Sementara rak gantungan untuk menyimpan baju yang gampang lecek seperti kemeja kerja suami, dress, blouse, dan cardigan saya. Untuk kebaya, baju pesta dll saya simpan dalam koper karena jarang dipakai.


Di sebelah kiri lemari kallax masih ada sedikit space kosong yang saya jadikan tempat bernaung si QQ alias manekin kesayangan saya. Manekin ini juga sekalian jadi tempat untuk menaruh tas saya yang lagi dipakai saat ini. Sementara di sebelah kanan lemari yang bersinggungan dengan rak gantung saya tambahkan kait kecil untuk tempat koleksi scarf saya.

Sebelumnya saya sudah terlebih dulu men-sortir koleksi scarf saya yang ternyata tanpa disadari udah segunung. Heran saya, padahal saya jarang pakai scarf loh, tapi kok tau-tau scarf saya udah segunung aja hihihi


Bisa dilihat di foto diatas tadi kalau di sisi lain ruangan ada kaca seukuran badan yang saya beli di Ace Hardware waktu baru pindah dulu. Dan di sisi lain ruangan ada dua buah rak kecil yang saya jadikan tempat penyimpanan tas serta aksesoris saya. 

Bayangin, dulu waktu belum ada si kallax, baju-baju saya dan suami semuanya ditumpuk paksa ke dalam dua rak mungil ini. Sampai membludak keluar kemana-mana hahaha Kalau diingat-ingat, dulu saya suka kesel kalau mau ganti baju, soalnya mau ngambil baju aja susah karena semua baju ditumpuk paksa ke dalam rak dan kalau narik satu baju dari tumpukan tuh suka langsung amburadul jatuh keluar semua bajunya hahaha *parah*

Untungnya sekarang udah ada si kallax, dressing up is a lot more fun now compared to the old days ;p


Saya juga udah sortir tas yang udah lama gak dipakai, but I only got rid of two bags karena yang lainnya masih dipakai secara bergantian. Rak ini untuk tempat simpan tas-tas yang lagi nggak saya pakai, sementara untuk tas yang sedang saya pakai saya simpan di manekin, for easier reach.

Di bagian atas rak jadi tempat harta karun aksesoris saya. Sementara di sebelah kanan rak ada container besar yang isinya bedcover. Diatasnya ada tumpukan pashmina, more bags, and more bed cover. Sebenarnya semua yang ada di bagian ini masih tempat penyimpanan sementara sih, saya belum nemu tempat penyimpanan tas yang sesuai saya mau, so for now this storage will do.


Untuk perhiasan, sebagian besar saya simpan di rak akrilik yang saya dapat di Ace Hardware (tapi udah nggak produksi lagi). Sebagian lagi saya gantung di gantungan aksesoris yang saya beli di Claire's Kemang Village waktu lagi diskon. 

Saya juga bikin papan DIY untuk tempat kalung. Caranya gampang banget. Tinggal beli papan cork board kaya diatas trus di kasih frame dan tambahin push pin deh untuk gantung kalung / gelang. Papannya bisa digantung pakai paku / ditempel di dinding, atau cukup disender ke dinding kaya saya punya. Berhubung saya rada males bikin-bikin DIY jadi saya pakai yang lebih praktis. Saya beli papan cork board yang memang sudah ada frame-nya. Jadi waktu saya beli bentuknya sudah seperti itu. Beli-nya waktu itu di Office 1 store. Tinggal tambahin push pins deh :)

Satu lagi, saya juga taro nampan kecil untuk tempat extra kalung-kalung saya yang ukuran sedang. Jadi untuk kalung ukuran kecil / dainty pieces saya gantung di papan, kalung ukuran sedang saya taruh di nampan, sementara kalung yang ukuran besar dan panjang saya gantung di gantungan aksesoris di dinding. Untuk kalung yang jenis bulky (statement pieces) saya simpan dalam plastik dan saya taruh di atas container akrilik.

Di dalam container akrilik nya sendiri ada gelang-gelang saya, cincin, mata kalung, dan jam tangan.

Ruangan ini belum sepenuhnya selesai, saya masih rencana mau tambah meja rias karena sampai sekarang masih bingung mau pilih / pakai meja rias macam apa yang nggak makan tempat tapi punya banyak storage. *bingung*

So for now, this is how our wardrobe room looks like. Nanti kalau ada update lagi atau kalau saya sudah beli meja rias I'll update here again :)



See you soon!

Breakfast Station

Thursday, June 19, 2014

Dulu waktu awal-awal pindahan yang paling duluan rapih adalah area storage untuk printilan breakfast! hahaha... Soalnya saya itu tipe yang suka nyetok (stok) segala macam kopi-kopian, teh, dan berbagai macam minuman dalam sachet ;p

Jadi mau nggak mau stok yang seabreg itu musti ditempatin segera biar nggak berantakan dimana-mana. Lagipula, tiap pagi kan saya musti ngopi, jadi area kopi itu penting banget buat rapih duluan biar kalau pagi saya mau ngopi gampang, gak usah pake ribet nyari-nyari kopi di kardus dulu hehe


Biasanya dari semua stok yang saya punya, saya nggak buka semuanya sekaligus. Palingan saya cuma buka beberapa box aja. Kalau di foto atas ada beberapa macam merk dan varian kopi maklumin yah, itu karena saya emang bosenan, jadi saya senang kalau punya/ada pilihan. Jadi misalkan pagi ini saya lagi kepengen minum kopi A, trus pas sore saya tiba-tiba kepengen minum kopi B yang lebih ringan, kan enak kalau punya banyak pilihan hehe...

Biasanya saya hanya buka beberapa dus aja, pokoknya sampai wadah ungu diatas udah ga muat dijejelin kopi. Sisanya saya simpen di lemari ;)

Wadah kopi ungu ceria ini saya taruh tepat di atas dispenser. Berhubung dispenser saya itu yang model galon di bawah (lihat post ini) jadi bagian atasnya rata dan memungkinkan untuk tempat naro barang alias tempat buat naro si wadah kopi-kopian ini.

Di atas dispenser ada semacam rak, dan rak tersebut saya manfaatkan untuk breakfast station kami seperti di bawah ini ;)


Ada Nutella, Skippy, Selai coklat rasa tiramisu (enak loh ini, nemu di Lotte Hypermart). 
Trus juga ada meijses (gitu bukan sih nulisnya?), sereal cornflakes sama sereal fruitloops (kesukaankuh!). Biasanya roti nya juga ditaro disini, tapi kayanya pas foto ini pas roti lagi abis deh ;p

Nah di blakang botol sereal dan selai itu ada tempat penyimpanan berbagai macam teh dan botol kopi Nescafe + creamer nya. Nanti kapan-kapan saya fotoin deh koleksi teh saya yang amburadul saking banyaknya gara-gara gak sadar terus-terusan beli padahal stok masih numpuk (heddeeehhh...)

Oya, di belakang itu selain terkumpul koleksi teh juga ada koleksi gula sayah hehehe 
Aneh yak, koleksi gula? 
Soalnya gulaku itu packaging nya lucu-lucu siihhh, dan saya emang banci packaging, sering banget beli sesuatu cuma karena packaging nya bagus/lucu/imut/unik (-_-)


Tuh lucu-lucu kaan? Itu gula semua loh hehe Ada yang modelnya sachetan, ada juga yang langsung tuang seperti biasa. Lama kelamaan saya jadi koleksi gulaku nih emang, tiap ada design baru langsung beli. Kebetulan gula emang cepet abis sih kalo di tempat saya, seneng yang manis-manis soalnya ;)

Nih detilnya untuk kemasan Gulaku yang lucu-lucu itu :
Edisi Bali / Legong

Edisi rumah (kalau saya bilangnya ini edisi Parisian hehe)

Edisi Hello Kitty dan close-up edisi rumah/Parisian


Dan ini beberapa edisi terbaru versi Hello Kitty dari Gulaku:

Imut banget yaah? :D

Anyway, sehubungan dengan breakfast, biasanya saya cuma ngopi sama ngemil roti. Rotinya bisa roti sobek, roti tawar dikasih selai atau meises, atau roti beli dari bakery di mall ;) 

Kadang bisa juga sarapannya ngopi + semangkuk cereal. Atau kadang suka nyobain yang lain juga kalo lagi bosen (kan saya udah bilang saya orangnya bosenan hehe). Misalnya nyobain oatmeal atau bikin salad buah pake buah potong disiram mayonnaise dan/atau salad dressing dingin. 


Tipikal brekkie saya :
Nyobain oatmeal instant yang udah ada potongan berries nya. 
Mmm... gak sukaaa bangettt ternyataaa uhuhu.. Contoh brekkie yang gagal ;p


Salah satu video yang saya bikin buat instagram. 
Ini salah satu brekkie yang berhasil ;)



Begitulah random post saya hari ini. Semoga post berikutnya nggak begitu random yah ^_^


Adios Chicas!

Apt Project: Kitchen & Living Room (Finished) !

Monday, June 9, 2014

Oke, menyambung janji saya jaman dulu untuk meng-update serial Apt Project saya (*serial? udah kaya sinetron), walaupun telat banget tapi nggak papa ya. Terakhir saya posting soal Apt Project itu bulan January lalu (zzz...zzz...), padahal unit saya jadinya udah lebih lama dari itu hehehe.

Anyway, kalau di postingan saya terakhir itu cuma cerita soal plafon, cat dan wallpaper alias tahap 1 renovasi, sekarang saya mau ceritain soal tahap 2 nya, yaitu masuk ke desain kitchen set dan tv cabinet yang saya pesen custom made dari si bang mandor. Jadi si bang mandor ini ceritanya segala bisa deh. Bisa sekalian sediain tukang buat cat dll, sekalian bisa bikin perabot, sekalian bisa bantuin masangin lampu + urusan saluran per-listrik-an, plus sekalian bisa minta tolong cariin keramik dll yang sesuai kita mau. Tapi waktu itu kita juga turun sendiri sih ngobrak-ngabrik pasar keramik demi mencari keramik yang kita mau, soalnya si bang mandor udah nyari sampe ke sawangan tapi gak nemu yang kita mau *maklum, saya spesifik banget orangnya kalo soal desain/decor* hehe.. #GuiltyAsCharged

Tuh kan jadi ngelantur, wong tadinya saya mau ngomongin soal kitchen set & tv cabinet kok malah jadi ke keramik? (>_<)

Oke, back to the topic!
Sebelumnya saya sekedar sharing aja ya, yang namanya punya tempat tinggal bersama untuk pertama kali itu bisa jadi bahan love fight sama suami loh hahaha Apalagi kalau seleranya masing-masing berbeda. Ya namanya dua kepala jadi satu ya kan? Soalnya masing-masing pasti udah punya bayangan sendiri, misalkan yang satu pengennya rumahnya bergaya minimalis, sementara yang satunya lagi senengnya gaya rococo klasik misalnya. Kan beda banget tuh jadi musti di kompromikan dulu sebelumnya daripada pas udah jadi nanti serba nggak matching.

Atau contoh lain, misal si suami sukanya yang tradisionil kayu-kayuan gitu sementara sang istri lebih suka gaya modern minimalis #truestory (hehehe..). Kalau saya dan suami, dulu itu kita bagi jatah biar adil. Berhubung si suami mau nuansa coklat sementara saya maunya nuansa abu-abu jadi jalan tengahnya saya bagi jatah aja. Biar adil saya setuju kamar tidur nuansa coklat tapi untuk area ruang tengah nuansa-nya abu-abu. Jadi masing-masing kebagian ;)

Untuk desain kabinet juga gitu, biar adil dan nggak saling berantem berebut pengen desain jadi kita bagi jatah juga. Saya pastinya dapat jatah bagian kitchen dong, jadi saya yang bertanggung jawab penuh untuk desain kitchen set. Sementara hubby K dapet jatah untuk desain area tv corner di living room. Adil toh? hehe.. Intinya sih kalau bisa desainnya jangan terlalu jauh berbeda, jadi ada benang merahnya, apalagi kalau untuk ruangan kecil seperti di unit kami yang mana dapurnya satu ruangan sama living room. Biar desainnya masih terlihat menyatu kita pakai material dan cat yang sama persis untuk kitchen set dan kabinet tv. Jadi biar lebih menyatu aja desainnya.

Untuk kitchen set saya sebelumnya udah browsing sana-sini, cari inspirasi di berbagai majalah dan katalog dekorasi rumah dari sebelum apartemennya jadi saking hebohnya dari jauh-jauh hari. Pas udah mulai kebentuk di kepala desain yang saya mau baru saya minta tolong ayah saya untuk menuangkan ide di kepala saya menjadi gambar sketsa untuk kemudian diberikan ke si mandor yang akan bikin kitchen set nya. Kebetulan ayah saya arsitek jadi jago gambar hehe Kalau saya cuma jago ngayal aja, tapi nggak bisa gambar :(

Hasil gambar dari ayah saya kurang lebih seperti ini (tapi ini waktu itu gambarnya belom selesai):


Setelah diskusi pilih-pilih material dan warna sama sang suamik dan abang mandor, kita akhirnya memutuskan untuk pilih bahan HPL yang glossy warna hitam. Warna hitam kita pilih karena elegan dan netral. Saya pilih bahan glossy karena menurut saya akan lebih bagus jatuhnya untuk ruangan kecil seperti unit saya, karena dia kan sifatnya reflective jadi akan memantulkan cahaya lampu atau sinar matahari yang menurut saya akan berdampak membuat ruangan menjadi tidak gelap dan juga lebih elegan aja sih daripada yang dop/dove/matte. Jadi walaupun saya pilih warna hitam namun ruangannya nggak berkesan terlalu kelam (errr...ini kalau menurut saya sih hehehe ;p).

Memang sih kalau tips standard-nya kan untuk ruangan kecil jangan pakai warna gelap, tapi menurut saya pribadi kalau pemilihan desain dan bahannya tepat, juga penempatannya strategis, warna gelap tersebut masih bisa terpakai di ruangan kecil. Eh tapi ini kalau menurut kamus pribadi saya lohh hehehe Kan tiap orang beda-beda ya preferensi nya, jadi nggak papa ya, jangan diprotes ;)

Anyway, setelah jadi, kitchen set nya seperti ini nih penampakannya:

Before:

After:


More details:








Oya, satu trik untuk ruangan sempit dan berplafon rendah (seperti apartemen / rumah mungil) yang saya ambil dari berbagai sumber home decoration ideas adalah kalau mau bikin kitchen set sebaiknya tingginya dipentokin aja sampai atas / plafon, karena katanya itu akan membuat ruangan menjadi terkesan sedikit lebih luas. Karena katanya kalau ada jeda antara kitchen set dan plafon maka mata kita akan langsung fokus ke jarak jeda tersebut dan membuat ruangan terlihat "terpotong". Katanya loohhhhh... ;p Ya kalau buat saya sih memang agak "gantung" juga sih kalau kitchen set nya kaya kepotong gitu. Jadi kita buatnya sampai ke plafon.

Bokap yang arsitek juga nambahin desain multi fungsi di kitchen set nya yaitu ada laci tarik untuk tempat motong-motong sayur/bahan dll. Jadi lumayan nambahin space untuk persiapan masak. Cukup ditarik aja lacinya kalau lagi butuh more space buat taro bahan masakan ;)


Details:


Lumayan banget buat extra space di dapur yang super mungil ;p
Nah itu tadi untuk dapurnya alias proyek desain bagian ogut. Puas banget sama hasilnya karena sesuai sama yang ada di bayangan selama ini hehehe Sebenernya masih pengen tambah detail hidden storage disana sini sih tapi itu artinya pembengkakan biaya (;p) .. jadi itu untuk next project aja deh kalau punya rumah (Amien..)

Sekarang kita lihat sebagian living room ya. Living room nya ini gabungan antara ruang tv sama dining room karena saking sempitnya hehe Tapi dining area nya untuk post selamjutnya aja ya soalnya ini udah kepanjangan deh post-nya. Anyway, untuk ruang tv ini cuma ada sofa sama tv cabinet. Di sebelah tv cabinet ada satu rak lagi yang sebenarnya saya desain sebagai bagian dari kitchen set. Yaitu buat rumah si Aqua galon hehe Oya saya tuh kurang suka lihat dispenser yang galon-nya ada diatas, menurut saya keberadaan galon yang besar itu lebih sering nggak matching sama tema / desain suatu ruangan. Dekor ruangan udah keren tapi trus ada seonggok botol raksasa bening yang bikin desain ruangan jadi gak simetris. Eh tapi ini pendapat pribadi saya loh, nggak papa ya kalau kita beda pendapat hehe (^_^) 

Jadi berdasarkan hal diatas, PR saya waktu itu adalah gimana caranya bikin si galon ini jadi satu sama konsep desain ruangan. Dan kemudian jadilah seperti di bawah ini (berikut tv corner kita):

Before:

After:

Jadi itu kabinet tv nya hanya berupa meja aja plus laci-laci besar buat tempat nyimpen dvd (udah nggak muat euy). Di sampingnya ada rak tinggi yang isinya dispenser sama extra space buat more storage, yay! Itu rak sama mejanya terpisah lho ya, dan saya sengaja pilih dispenser yang galon-nya di bawah instead of dispenser yang galonnya diatas, karena menurut saya lebih rapih aja jadi galon-nya nggak keliatan. Ruangan juga jadi terlihat lebih simetris ;)

Saya juga sengaja desain rak kaya gitu karena selain buat rumah dispenser juga bagian atasnya bisa buat extra storage. Maklum tinggal di tempat mungil nan kecil kaya gini musti pinter-pinter cari extra storage berhubung tempat terbatas namun barang membludak hihihihi...

Yak, begitulah cerita singkat perjuangan benahin unit dari yang tadinya kosong melompong jadi full furnished :) Seneng deh pas udah jadi, karena kita terlibat banget dari awal renovasi sampai selesai. Lebih puas gitu rasanya kalau kita sendiri ikut terlibat langsung, dari mulai proses awal desain layout dan tema, mulai benahin dinding dan plafon (yang ini sih bagian tukang yah, kita ngawasin aja), sampai proses desain kabinet / pilih furniture, detil dekorasi ruangan, dll - itu kita berdua mastermind-nya (well, kayanya banyakan saya sih hihihi soalnya saya bossy dari kecil udah demen dekorasi hehe). Tapi hubby K juga banyak nyumbang ide kok, trus kita kembangin bareng. Kalau stuck dan berantem gara-gara berebut ide maka jalan keluarnya adalah bagi-bagi tugas / bagi area supaya masing-masing dapet jatah hehe...


Anyway, hasil akhir semuanya untuk ruangan dapur dan living room adalah seperti ini:


Just after installation:

Finished look!

Semoga post ini bisa jadi inspirasi atau at least jadi bikin ide buat yang baca :) Karena tujuan utama saya sharing disini selain sebagai wahana pelampiasan passion pribadi adalah juga hopefully bisa menyumbang sedikit inspirasi.

It was a dream come true for me bisa mewujudkan desain dan bayangan di kepala menjadi nyata. Walaupun sebelumnya saya pernah nyoba-nyoba dekor kamar sendiri, kamar kost, dan sumbang ide desain untuk rumah baru pas keluarga saya pindahan dulu, tapi saya belum pernah desain dari nol. Dulu sih cuma dekor-dekor doang tapi kalo sekarang jadi punya sedikiiiit pengalaman layout + desain (newbie banget iniii padahalll...), tapi segitu aja senengnya minta ampun, soalnya emang demen banget dari kecil siih.. huhuhuu... (Alhamdulillah..)

Okay then, see you on the next Apt Project post ya!



Dapet salam dari dapur saya ;p
My first ever big project ;)


Adios Chicas!
 

Apt Project: Update!

Tuesday, January 28, 2014

Jadiiii... ceritanya saya ngutang banyak nih untuk nerusin serial Apt Project saya yang sudah lama tidak di-update. Eh trus ada dua pembaca blog saya ini (hai Laura, hai Evelyn) yang nanyain: "Gimana mbak kabar kelanjutan Apt Project nya; Kok ga pernah di update lagi? Penasaran nih jadinya kaya gimana" - gitu katanya. Yo wes, ini sekarang saya mau membayar hutang update saya yah ;)

Sebenernya sih, seperti yang udah saya ceritain, unit saya itu sekarang udah jadi dan udah fully finished. Yah, paling cuma tinggal mindahin the last bit of furnitures which is our big spring bed dan mungkin sepasang meja kayu lungsuran dari ortu ;) Selebihnya tinggal ngangkut baju-baju (yang segunung), aksesoris seperti tas-sepatu-perhiasan (yang segudang), dan perlengkapan makeup (yang bertumpuk-tumpuk). Heddeehhh.... PR banget deh nih bakalan huhuhu..

Jadi ya itu tadi, sekarang project nya udah bisa dibilang 90% done. Dan rencananya saya nggak akan langsung kasih liat hasilnya disini sih. Jadi saya bakal posting soal update-nya satu per satu, maksudnya biar keliatan step-by-step nya gitu. Kali aja ada yang butuh informasi kan jadi lebih jelas kalau saya posting nya satu-satu dulu dari awal, ya kan? ya nggak? iya dong pastinya (*maksa*).

Oke, jadi sekarang kita pura-puranya balik ke awal yah, balik ke jaman pas saya baru mulai renov unit nya. Jadi dulu, yang pertama saya lakuin itu adalah nge-cat dinding sama pasang wallpaper. Yang ngerjain si bang mandor dan para minions-nya yah bukan kita ;p Dan yang di cat itu adalah dinding kamar mandi dan second bedroom, juga sebagian dinding living room. Sementara yang dipasang wallpaper itu adalah dinding living room dan kamar tidur utama. Untuk pilihan wallpaper dan cat nya udah pernah kita kasih lihat di Apt Project post yang INI (baca dulu ya sebelum scroll).

Dan ini hasilnya when it goes live on the wall! Psstt, untuk sementara ini fotonya sengaja sedikit di blur biar misterius hahaha Soalnya kan saya belum mau posting hasil akhirnya hehe Di foto di bawah ini juga masih berantakan banget di sekitarnya, tolong abaikan, karena itu fotonya pas kita mulai pindahan ngangkut barang. Dan disini saya cuma mau kasih lihat hasil wallpaper-nya aja jadi yang diperhatiin dindingnya aja ya, jangan yang di sekelilingnya hihihi


After:

Another corner of the living room:

After:

Hasilnya sesuai banget sama bayangan saya hehe Jadi sebagai si jago ngayal saya udah punya visual duluan untuk semua ruangan yang mau di decor. Saya milih wallpaper nya juga berdasarkan visual di kepala. Ini wallpaper-nya pake dua jenis, satu jenis polos (seperti foto terakhir di atas pada dinding sebelah kiri), dan satu lagi wallpaper motif. Dua-duanya dengan color palette yang sama alias silver mengarah ke gunmetal hehe (*biar matching dong*) ^o^

Selain nge-cat dinding dan pasang wallpaper, di saat yang sama juga kita minta bang mandor untuk selesaiin bikin plafon. Kenapa musti bikin plafon segala? Karena aslinya unit saya itu di langit-langitnya ada pipa dimana-mana. Kenapa nggak dilapis lagi sih sama developernya? Kalo saya pikir sih ya mungkin itu dia kenapa harganya nggak semahal apartemen lain. Kalau pake dilapis plafon ya harganya jadi ikut naik dong? Kalau lantainya dari  keramik ya harganya pasti nggak mungkin murah dong? et cetera et cetera... hehe

Kaya gini nih awalnya:

Nggak mungkin nggak dipasang / dilapis plafon lagi kan? Kecuali kalo emang suka gaya industrial yah. Kalo saya sih suka gaya industrial (kalo untuk cafe dan tempat hangout) hehe Jadi kalo untuk rumah pribadi saya kurang suka ;p

Anyway, setelah diskusi sama mandor kita, akhirnya diputuskan lah bikin plafon yang model begini nih (lihat foto di bawah), trus di sekeliling nya kita pasang lampu tanam empat biji di masing-masing sudut, dan tepat di tengahnya kita pasang lampu medium size (yang kata saya kaya terang bulan hihihi).


Oya, lampunya merk Phillips, beli di Ace Hardware pas harganya lagi diskon 70% alias murah bingit, jadi cuma 20ribuan lebih dikit kalo nggak salah (Lucky!). Kalo yang bulatan kecil di sampingnya itu water sprinkler yang udah dapet dari unitnya, untuk jaga-jaga jikalau kebakaran (amit-amit jangan sampe, ketok meja, knock on wood). Tapi jadi lucu ya penampakannya, kaya bumi sama orbit-nya. Jadi lampu yang di tengah itu ibarat bumi, trus si sprinkler kecil itu jadi bulan-nya hahaha *maklum* *ImajinasiTinggi*

Untuk kamar tidur utama alias main bedroom, dan juga second bedroom sama-sama pakai plafon kaya gini juga modelnya. Lampunya juga sama (alias hasil ngeborong pas lagi sale itu hihihi).



Nah, sekian dulu yah update nya. Nanti kapan-kapan saya sambung lagi dengan update phase 2 ;)
Kalo mau baca semua post saya tentang Apt Project ini dari yang awal-awal dulu sampe dengan sekarang, bisa klik DISINI lalu scroll ke bawah untuk post-post yang terdahulu. Semoga bisa memberi inspirasi khususnya bagi yang seneng home decor atau yang lagi mau bangun / hias rumah ;)


See you on my next Apt Project post!


Adios chicas!

Apt Project: Update!

Tuesday, January 21, 2014

Buat yang dulu pernah baca di blog saya ini, mungkin masih inget soal salah satu serial blog saya which is the "Apt Project" - yang ceritanya mengisahkan tentang perjalanan pindahan rumah saya ;p

Berhubung saya udah lama gak update blog ini jadi sekalian aja saya bikin update terbaru soal Apt Project yah. Intinya sih kita akhirnya udah pindahan alias udah ngisi barang dan ngangkut sebagian besar barang ke tempat baru kita. Rasanya bahagia deh hihihi Bahagia akhirnya bisa ngisi rumah, bahagia akhirnya bisa mulai pindah ke tempat baru. Well, sebenernya sih sampai sekarang kita masih nomaden alias belum sepenuhnya pindah kesana. Jadi untuk sementara masih setengah-setengah dulu, alias 1-2 minggu disana terus 1-2 minggu disini. Karenaaa.... ogut masih mau nyari meja kerja dulu sebelum bener-bener pindahan, karena belum punya meja kerja niiih, huaaaa..... Kalo ga ada meja kerja nanti saya pusing ga bisa kerja. Kalo ga bisa kerja nanti pusing ga dapet gaji. Kalo ga dapet gaji nanti pusing ga bisa beli tas Longchamp bayar tagihan dan belanja printilan.

Dan sampe sekarang pun saya belum menemukan meja kerja yang sesuai hati (dan sesuai kantong), gimana dong?

Sebenernya mau nunggu meja kerja sama lemari baju sih, tapi lemari baju masih bisa nanti-nanti lah, pake rak dan railing dulu juga gapapa, tapi yang penting meja kerja nya itu lohh.. Sama meja rias sih sebenernya, soalnya kalo belum ada meja rias nanti itu tumpukan makeup dan beauty products yang menggunung seabreg-abreg itu mau ditaro dimana cobaaa? *pengsan*


 Pas waktu moving day dulu:

 saya tukang jaga barang di jok belakang ;p



See you on my next post!
 
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS