December 4, 2014

Review: TWG Tea Salon & Boutique

Break dulu yah dari serial Puncak Trip (yang belum abis-abis juga hehe).. 
This is another story ...


Sekarang yang lagi booming udah bukan nongkrong di coffee shop lagi, melainkan duduk manis sore-sore sambil nge-teh di tea house ;)

Yap, sekarang sudah makin banyak tea house yang bermunculan seiring trend terbaru yaitu nge-teh. Untuk yang biasa minum kopi biasanya juga suka minum teh (biasanya lhoo hehe). Kalau saya memang kebetulan suka dua-duanya (kopi dan teh), jadi sejak awal bermunculan tea house ini saya sebenernya udah kebelet banget pengen nyobain nge-teh di tea house sambil nyobain berbagai macam jenis teh yang tersedia.

Sebagai penggemar teh dan sesuai hobby saya yang senang mencoba hal-hal baru maka saya penasaran banget sama Tea House karena disitu lah saya bisa mencoba berbagai macam varian teh yang pastinya tidak bisa didapatkan secara luas. Tea house yang pertama saya datangi adalah TWG Tea Salon & Boutique yang termasuk salah satu tea house pertama yang membuka gerai di Indonesia.


TWG Tea Salon & Boutique ini ada dua lokasi di Jakarta, satunya di Plaza Senayan dan satunya lagi di Pacific Place. Hari itu kebetulan saya sedang ada event peluncuran Bio Oil di Plaza Senayan jadi setelah event usai saya mengajak suami untuk nge-teh sore dulu di TWG Tea Salon & Boutique.

Dari luar tempatnya keliatan gemerlap dan terang benderang karena dominasi warna keemasan pada exteriornya dan warna kuning cerah pada deretan kaleng teh besar khas TWG di bagian interiornya. Pas masuk ke dalam ternyata tempatnya sebenarnya cukup kecil dan space-nya dibagi dua untuk toko teh mungil dan tea lounge.

Di tea lounge nya sendiri karena space yang terbatas jadi tempat duduknya harus mepet sana-sini, bisa senggolan sama tetangga sebelah meja jadinya hehe Oya by the way pas kita kesana eh pas lagi ada Dian Sastro sama keluarga dan temannya lagi nge-teh juga (*fan girl moment here*) ;p

Anyway, waktu itu karena udah makan siang jadi kita cukup ngemil sama nge-teh aja. Kita pesen paket snack + tea yang bisa dipilih sendiri, namanya TWG Fortune Set:

A choice of TWG tea of own choosing - WITH a choice of warm toasted sandwich + A choice of 2 freshly baked scones / muffins / cake - served with TWG Tea jelly and whipped cream + A choice of 3 macarons.  

The price for this package set is IDR 180.000,-



 
Waktu itu kita pilih Croque Monsieur untuk pilihan sandwich nya, lalu Financier Cake dengan jelly & cream. Dan juga 3 pilihan rasa Macarons. Ukuran sandwich dan kue nya sih kecil-kecil ya jadi pas banget untuk snacking sore hari sambil nge-teh. Rasanya enak, baik sandwich maupun kuenya. Kalau mau sambil makan berat juga tersedia beberapa pilihan makanan di daftar menu.

Oya untuk pilihan teh kebetulan hubby K membiarkan saya yang memilih, jadi waktu itu dari daftar menu saya pilih yang namanya terdengar cukup menarik (karena di daftar menu TWG banyak banget pilihan teh yang ditulis berderet-deret plus nggak ada keterangannya, jadi milihnya ya cap-cip-cup aja deh hehehe). Berdasarkan namanya yang menarik saya pilih Silver Moon Tea ;p - di bawah ini keterangan Silver Moon Tea yang barusan saya dapat dari internet:

TWG Silver Moon Tea is a TWG blend of green teas accented with grand berry and vanilla bouquet. Smooth, with just a hint of spice.


Rasanya enak bangettttt... Saya dan hubby K sampe terpesona karena rasanya yang unik dan beda banget dari berbagai varian teh celup yang saya pernah coba sebelumnya. Walaupun nggak pakai gula tapi rasanya enak, manis dan harum. Teh nya juga terasa smooth banget di mulut. Benar-benar pilihan yang pas.

Karena keenakan minum Silver Moon eh tau-tau satu teapot udah abis. FYI, satu teapot hanya cukup untuk sekitar 2 1/2 cangkir saja. Berhubung sukses sama pilihan pertama si Silver Moon Tea, kita jadi penasaran sama rasa teh yang lainnya, akhirnya kita pesen teh lagi berhubung teapot kita juga udah kosong. Kali ini hubby K yang pilih dari daftar menu. Pemilihannya kembali berdasarkan nama dan hasil cap-cip-cup hehe Pilihan jatuh kepada teh yang namanya Weekend in St Tropez :

TWG Weekend in St Tropez - Drinking in the scent of red fruits and berries whilst wandering along the picturesque promenades of the Cote d’Azur, this black tea blend will sparkle in your teacup and linger on the palate. 
 

Pas pertama kali minum saya udah bisa nebak ini pasti black tea karena warnanya yang gelap dan rasanya yang cukup signifikan. Untuk blend kali ini rasanya tidak semanis yang Silver Moon namun wanginya tak kalah enak. Terasa sedikit rasa buahnya dan teh-nya lebih thick dibanding Silver Moon yang lebih smooth. Rasanya teh ini cocok untuk minum di pagi hari atau untuk menemani makan yang agak berat (imho). Harga satu teapot untuk Weekend in St Tropez adalah IDR 45.000,- 

Overall, pengalaman high tea pertama ini sukses bikin kami ketagihan. Bahkan hubby K yang tadinya jarang minum teh sekarang jadi suka minum teh hihihi Berhubung ketagihan jadi kita berdua udah punya rencana untuk high tea di TWG lagi nanti kapan-kapan. Mau nyobain teh yang lain lagi, hasil cap-cip-cup sotoy asal tunjuk menu hehehe Mungkin next time mau cobain yang di Pacific Place ahhh... :)


TWG TEA SALON & BOUTIQUE
Plaza Senayan
Level 1 Unit 109A
Jalan Asia Afrika No.8, Senayan, Jakarta
Tel: + 62 215725276

Pacific Place
Level 1, Unit 30B, SCBD
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta
Tel: + 62 21 5797 3272




Happy Weekend!

November 23, 2014

Places: Little Venice, Puncak


Melanjutkan blog series waktu short getaway ke Puncak beberapa waktu lalu, pada hari kedua kami menyempatkan diri mampir ke Little Venice. Awalnya saya tau tentang tempat ini karena sempat browsing tempat-tempat tujuan di Puncak. Memang sih agak kurang update hasil browsingnya, artikel yang saya temukan tentang Little Venice ini ditulis sekitar tahun 2011-2012 lalu, tapi dari namanya aja (little venice) saya udah tertarik. Dan dari cerita yang saya baca katanya di Little Venice bisa naik gondola ala di Venisia, saya akhirnya mengusulkan untuk mampir kesini dalam perjalanan pulang kami ke Jakarta.

Tempatnya sendiri ternyata terletak di dalam kompleks Kota Bunga Puncak. Setelah sempat nyasar sedikit akhirnya kami sampai juga ke Little Venice. Memang dari jauh sih udah keliatan gerbang yang besar dan megah, tapi kok seperti udah gak terurus yah. Perasaan saya mulai gak enak nih. Jangan-jangan tempatnya mengecewakan.

Bener kan.


Tempatnya sekarang udah nggak terurus. Keliatan banget dari luar kalau sekarang tempat ini cuma dikelola seadanya aja. Berhubung udah terlanjur sampai disini, daripada buang waktu percuma udah kelamaan nyari jalan ke Little Venice ini, akhirnya kita memutuskan untuk masuk aja walaupun dari gerbang udah gak yakin di dalam bakal bagus tempatnya. Mana lagi rame banget pula karena pas barengan rombongan anak sekolah pada piknik dan bikin acara semacam games di dalam.
 
Tiket masuk Rp 20.000,- (rada mahal sih untuk tempat yang nggak seberapa ini). Pas masuk ke dalam, jeng jeng jeng.... Langsung ngerasa rugi besar udah keluar duit empat puluh ribu ;p Saya sih ngeliatnya dulu tempat ini pasti bagus seperti yang saya baca di blog-blog lain, tapi sekarang tempatnya kaya mati suri.

 


Jadi yang namanya Little Venice ini seperti sebuah area permainan kecil yang menghadap ke danau buatan. Kayanya awalnya memang ditujukan untuk tempat rekreasi bagi yang tinggal di Kompleks Kota Bunga, tapi tempat ini dibuka juga untuk umum. 

Areanya sendiri tidak begitu besar, dan di dalam areanya ada gedung-gedung buatan dengan kanal kecil di tengahnya yang ceritanya ala gedung-gedung di Venice, Italy gitu. Dulunya mungkin bangunan gedung ini diisi oleh toko souvenir atau restoran kecil, sementara sekarang bangunan ini hanya gedung kosong tidak berisi yang bagian luarnya pun terlihat sudah tidak terawat.



Di depan gedung-gedung ini juga ada arena kecil untuk permainan semacam go kart untuk anak kecil, permainan balon air raksasa (yang kita duduk di dalam balon raksasa lalu balon tersebut dibiarkan mengambang di danau), tapi semua permainan itu sepi nggak ada yang main sama sekali. 

Yang masih sedikit ramai Cuma penyewaan perahu untuk menyusuri danau buatan. Pemandangan di sekitarnya sih lumayan lah tapi karena nggak ditata dengan baik jadinya tetep kurang sedap dipandang mata.  

Karena nggak ada resto atau cafe atau tempat dimana kita bisa duduk sambil ngemil, akhirnya kita berdua mati gaya di dalem Little Venice. Cuma liat-liat sebentar trus udah gak tau mau ngapain. Mana tempatnya kecil bener, kayanya harusnya cuma bayar 8000 kalau tempatnya sekecil ini hehe #emakemakperhitungan.



Danaunya airnya kotor dan coklat, mau duduk-duduk pinggir danau juga nggak bisa karena nggak ada tempat duduk. Masih bisa sewa gondola sih tapi udah males duluan ngebayangin musti naik gondola di kanal buatan yang jaraknya pendek banget, jalurnya juga cuma menyusuri dinding kota mati, plus airnya kotor coklat pula. Males deh...

Setelah cuma foto-foto sebentar kita akhirnya langsung keluar lagi karena emang bener-bener nggak ada yang bisa dinikmatin di dalam. Kayanya kita menghabiskan waktu gak lebih dari 15 menit doang di Little Venice. Kapok kesini lagi, dan saya juga nggak merekomendasikan tempat ini (kecuali kalau di masa datang tempat ini diperbaiki kembali).

 

 

Jadi daripada udah jauh-jauh nyari Little Venice trus kecewa mending ga usah kesini deh kalau ke Puncak. Akibat poor maintenance tempat yang dulunya bagus sekarang udah nggak layak visit lagi. Padahal sebenarnya tempat ini punya banyak potensi loh. 

Kelihatan kan dari foto-foto nya kalau tempat ini sebenarnya punya spot-spot yang menarik, jadi sebenernya sayang banget deh ini tempat nggak dikelola dengan baik secara konstan.  Saya dan hubby sengaja nggak memotret tempat-tempat yang terlihat udah jelek, karena kita memang sengaja mau kasih liat bahwa tempat ini sebenarnya penuh potensi untuk dikembangkan kembali. 


Anyway, saran saya kalau ada rencana atau lagi berada di daerah Puncak daripada jauh-jauh ke Little Venice mending ke kebun teh aja ;) - Kecuali kalau Little Venice ini sudah diperbaiki sehingga bisa kembali jaya lagi.



Alright, next post kita bahas makanan lagi yah ^o^ 
Karena setelah dari Little Venice ini saya dan hubby K sengaja mampir makan siang di salah satu tempat legendaris Puncak lainnya yaitu Puncak Pass Resto!



 Dapat salam dari saya dan patung singa ^_^


Cheers,

October 22, 2014

Restaurant Review: RM Bumi Aki & Rindu Alam Resto

Sebelum berangkat ke Puncak saya udah browsing sana-sini pengen cari tahu tempat-tempat yang asik di Puncak. Berhubung udah lama nggak ke Puncak jadi saya agak ketinggalan untuk tahu tempat yang lagi hitzz di Puncak ;p

Untuk tempat makan siang hari pertama saya memutuskan untuk mencari tahu tentang RM Boemi Aki yang banyak disebut di blog lain yang membahas soal Puncak. Katanya view-nya bagus, makanannya enak. Jadilah hari pertama itu setelah check-in di hotel (Novus Giri Resort & Spa), saya dan suami pergi mencari yang namanya RM Bumi Aki. 

Tadinya setelah check in kita ada rencana mau ke gunung teh lihat-lihat pemandangan, eh taunya ujan. Akhirnya kita nunggu hujan selesai di hotel, makan siang pun jadi telat karena nunggu hujan selesai dulu. Berhubung Novus Giri letaknya di atas deket Cipanas, jadi untuk ke RM Boemi Aki ini kita harus turun lagi ke arah Puncak Pass. Kalau dari arah bawah Puncak, lokasi rumah makan ini adanya setelah Puncak Pass, terus naik ikutin jalan nanti di sebelah kanan ada tulisannya RM Boemi Aki. Kalau nggak salah, RM Bumi Aki ini ada dua deh, satunya di sebelah kiri jalan, tapi yang saya satronin kali ini adalah yang berada di sebelah kanan jalan kalau dari arah bawah.


Anyway, pas nyampe ke tempatnya sih nggak begitu besar yah, cenderung kecil malah. Tapi yang parkir banyak banget jadi agak susah untuk cari parkir kalau lagi penuh. Restorannya bergaya bangunan kayu model sederhana bertingkat dua yang letaknya persis di tepi jurang / bukit. 

Di depan bangunan restoran juga terdapat toko-toko kecil yang berjualan oleh-oleh khas Puncak, jadinya rame bener. Setelah selesai makan ibu-ibu pada belanja disini hehe

Memasuki restoran langsung disambut waiter yang menunjukan meja yang kosong. Kebetulan pas kita kesana lagi penuh banget, tapi saya dan suami untungnya langsung dapet tempat duduk. Kami kebagian duduk di tingkat dua, nyempil di pinggir tepat di sebelah jendela lebar. Beruntung banget dapet spot disini, walaupun kedapetan meja yang kecil tapi dapet view yang cihuy ;)

view dari tempat duduk kami:

Bagian dalam restorannya sendiri lumayan asik, pake nuansa kayu jadi berkesan hangat, apalagi di bagian dalamnya. Untuk bagian luar/terasnya terdapat beberapa bilik makan bergaya lesehan dengan area yang tanpa dinding, jadi langsung kena semilir angin dan bebas lihat view dikiri kanan. Di lantai bawah juga ada area tanpa dinding seperti ini (lihat foto pertama diatas).

Waktu kita kesana sih area lesehan ini lagi penuh banget, nampaknya ini area favorit bagi keluarga yang berkunjung. Kalau saya sih kayaknya lebih suka duduk di bagian dalam karena suasananya nyaman walaupun tempatnya kecil. Interiornya bikin cozy, kayaknya cocok juga buat sekedar ngopi sore sambil ngemil-ngemil kecil.

(bagian dalam)
(bagian luar/lesehan)

Untuk makanannya sendiri ada beberapa macam menu yang bisa dicoba. Harganya kurang lebih hampir sama dengan harga makanan di mall ;p Karena waktu itu kami belum makan siang jadi saya dan suami milih makanan berat. Saya pilih Nasi Goreng Kambing dan suami pilih Tongseng Kambing dengan tambahan nasi. Emang sengaja milih kambing karena lagi kedinginan jadi nyari makanan yang bisa bikin anget hehe Untuk minumannya, hubby K pilih hot lemon tea sementara istrinya ini pilih secangkir teh manis aja ;)

Untuk porsinya sih oke lah ya, sesuai harganya. Untuk penyajiannya juga oke, penampilan makanannya menggugah selera hehe Untuk rasanya... hmm.. menurut saya sih lumayan oke lah, terutama tongseng nya. Kalau nasi gorengnya sih menurut saya biasa aja ya. Enak sih, tapi biasa aja. Kalau menurut saya pribadi nggak ada yang terlalu menonjol rasanya, tapi cukup enak lah dan nggak bikin kecewa ;)


Overall, untuk RM Boemi Aki lumayan lah dapet ponten tujuh hehe Mungkin ekspektasi saya udah keburu tinggi duluan gara-gara baca review di blog lain trus udah ngebayangin duluan hihihi Kalau ada yang mau mampir kesana saya tetep rekomen kok karena agak susah cari makan di Puncak yang tempatnya enak dan makanannya nggak mengecewakan. Biasanya saya suka tebak-tebak buah manggis kalo ke Puncak, suka gambling berhenti di restoran yang random taunya makanannya biasa aja atau nasinya keras atau ayamnya terlalu kering jadi susah dimakan. Kalau RM Boemi Aki ini boleh lah dijadikan pilihan kalo bingung mau makan dimana diantara Puncak Pass dan Cipanas.

Untuk view-nya yang katanya bagus sih menurut saya gitu-gitu aja ya ;p Emang sih bagus view-nya menghadap ke bukit hijau gitu, tapi masih ada beberapa tempat lain di Puncak yang view-nya jauh lebih bagus dari ini, jadi menurut saya cukup dapet poin 7 saja. Walaupun begitu saya tetep rekomen RM Boemi Aki ini kalau mau cari makan atau tempat ngopi yang tempatnya enak, bersih, dan nyaman buat duduk-duduk sambil ngobrol. Saran saya sih kalau kebagian tempat di lantai dua cari tempat di bagian dalem aja, lebih cozy. Kalau di lantai bawah saya kurang tahu karena belum pernah coba ;p Kalau ada yang udah pernah ke RM Boemi Aki juga boleh nambahin komen loh di bagian comment di bawah ya..



Nah sekarang ngomongin makan malam...
Untuk makan malam hari pertama saya udah tau tujuannya mau kemana. Nggak usah pake nyari-nyari tempat lagi, langsung memutuskan untuk makan sambil nostalgia di Restoran Rindu Alam ;)

Dulu waktu kecil saya sering kesini kalau diajakin ke Puncak sama orang tua atau sanak saudara. Trus pas waktu SMA saya pernah makan malem disini juga bareng temen-temen se-gank. Jadi ini ceritanya semacam nostalgia lah. Apalagi udah bertahun-tahun saya nggak mampir kesini. Terakhir kali kayanya ya waktu SMA itu alias tahun kuda jebot ;p


Siapa yang nggak tau restoran Rindu Alam di Puncak. Restoran ini udah berdiri sejak lama banget, bayangin dari saya masih piyik sampai sekarang saya udah bangkotan gini juga masih ada tuh restoran. Standing still on top of the hill.

Semuanya masih serba sama persis kayak jaman dulu. Ya bangunannya, ya interior dalemnya, ya tempat parkirnya, masih samaaa... Hebat banget ini restoran bisa bertahan segitu lama tanpa ada saingan. Saya dan suami langsung pilih makan di bagian teras. Dari dulu saya selalu makan di bagian teras (kecuali kalo pas rame banget dan nggak kebagian di teras). Oya, kalau jaman dulu banget di bagian terasnya nggak ada jendela sekarang ditambahin jendela yang bisa dibuka tutup, mungkin biar gak terlalu dingin ;p

Anyway, kita pilih duduk di teras dengan view bukit dan jalanan di bawah. Gelap sih, nggak keliatan hehe Tapi lumayan cantik ngeliatin kelap-kelip lampu di bawah sana. Walaupun dingin banget kalau di teras tapi saya dan suami udah sigap dengan sweater dan jaket paling tebal (itupun masih dingin brrrr...).

(bagian dalam)
(bagian teras)

Menu makanannya juga kayanya masih sama deh. Banyak pilihannya di menu tapi kalau saya sih biasanya selalu pesen sate kalo kesini. Nggak pernah pesen menu yang lain, cukup sate aja sama lontong atau sama nasi. Satenya bisa sate ayam atau kambing. Waktu itu saya dan suami pesen sate campur ayam dan kambing. Kalau makan disini musti cepet dimakan kalo nggak ntar bisa langsung dingin itu makanan hehe

Saya pesan pakai lontong, K pesen pake nasi. Minumnya pesen teh poci panas pakai gula batu yang rasanya enak banget (secara kita penggemar teh poci). Saya juga pesan kopi susu panas (yang langsung jadi hangat suam-suam kuku setelah beberapa menit saja saking dinginnya udara hehe).

Untuk kualitas rasa masih sama kaya dulu. Secara kita penggemar sate jadi ya enak-enak aja, apalagi makannya di udara dingin gitu. Dingin kan biasanya bikin laper hihihi Begitu sate dateng langsung hap hap hap trus nggak lama kemudian abis deh tuh sate.. ;)


Overall, restoran Rindu Alam selalu jadi favorit kalau ke Puncak. Makan sate di rindu alam itu kayanya udah trademark banget. Kalau ke Puncak lagi saya mau makan kesini lagi ah. Walaupun restorannya rada jadul dan mungkin kesannya agak gloomy karena masih mempertahankan style lama, tapi saya tetap suka karena ada unsur nostalgia-nya ;)

Buat yang belum pernah makan di Rindu Alam cobain deh, at least for the historic background, harus banget nyobain makan di situs bersejarah seperti ini hehehe


For the complete list of my 2 Days Puncak Trip, click here.



Cheers,

October 21, 2014

Puncak 2 Days Trip - (Itinerary)

Intermezzo...
Berhubung rencana saya untuk postingan selanjutnya adalah masih sekitar Puncak trip saya yang lalu, jadi biar nggak bingung saya bikin list panduan. Maklum, berhubung postingannya loncat-loncat gak urut jadi saya pikir perlu ada satu post berisi panduan itinerary saya selama Puncak trip berikut list tempat-tempat (restoran / hotel / tempat wisata) yang bisa langsung di klik untuk membaca review-nya.

Baiklaaah, untuk Puncak 2 Days Trip kali ini saya khusus bikin itinerary seperti ini:

DAY 1

DAY 2

Kalau mau baca-baca review / cerita singkatnya silahkan klik link diatas yaa :)

Oya, just incase any of you is interested in the fashion part, you can go to my other blog to see my Puncak 2 Days Trip Outfit Diary ;)


Cheers,

October 17, 2014

Hotel Review: Novus Giri Resort & Spa, Puncak

Warning: Picture loaded post! 
-------------------------------------------

 

Saatnya liburan!
Hahahaa... sebenernya ini postingan harusnya dibikin bulan July lalu sewaktu baru balik dari Puncak, sebagai bagian dari rangkaian Puncak 2 days trip yang saya mulai disini. Tapi ada daya, waktu lowong nggak mencukupi dan saya pengangguran banyak kerjaan. Pulang dari Puncak langsung sibuk sama kerjaan freelance, urusan rumah tangga, dan tiap weekend ga pernah bisa santai di rumah karena biasanya kita jalan keluar (baik itu nemenin mertua jalan, pulang ke rumah ortu, ketemuan teman & famili, atau hari bersih-bersih rumah). Jadinya susah punya waktu untuk duduk manis dan nulis review hotel ini. Sebagian besar waktu udah tersita buat blog utama saya TWO THOUSAND THINGS yang lebih memerlukan perhatian huhuhu...

Tapiiiii.... better late than never kan? Jadi inilah review telat saya untuk Novus Giri Resort & Spa, tempat saya dan suami menginap selama di Puncak. Saya pilih Novus Giri dari pilihan hotel lain di Puncak karena saya penasaran lihat fotonya kok bagus-bagus semua trus kayanya cucok deh buat honeymoon ketiga hahaha ;p

Semua pemesanan saya lakukan online. Pelayanan dan service-nya cepat dan profesional walaupun saya hanya berhubungan lewat email. Pada hari H kita berangkat pagi-pagi banget pas hari kerja (kebetulan hubby K udah ambil cuti), jadi jalanan ke Puncak nggak macet sama sekali. Jam 9 kurang kita udah sampai di Puncak dan mampir sarapan ke Cimory Riverside (baca reviewnya disini).

Sewaktu di Cimory kita ditelpon pihak hotel yang ngasitau kalau udah bisa check in pagi ini kalau kita mau karena kamarnya udah siap. Wah kebetulan! Soalnya tadinya kita mau jalan-jalan dulu sambil nunggu waktu check in yang biasanya siang. Eh taunya sampe ditelpon ditawarin early check in. Langsung jatuh cinta sama pelayanan customer service nya.

Jadi itinerary pun berubah. Yang tadinya mau jalan ke kebun teh dulu sambil nunggu waktu check in, jadi berubah bisa langsung masuk kamar pagi itu sehabis sarapan di Cimory. Jadi dari Cimory kita langsung ke hotel yang lokasinya jauh diatas melewati Puncak Pass ke arah Cipanas. Nanti di sisi kiri jalan keliatan deh plang nya gede : Novus Giri Resort & Spa.


Pas masuk ke area hotel langsung terpana dan lega karena kayanya nggak salah pilihan deh nih. Dari jalan masuk-nya aja udah keliatan kalau ini hotel bermutu. Kalau harga sebanding dengan kualitas apalagi melebihi ekspektasi itu kan bikin puas, ya nggak?

Area parkirnya rapih dan memadai. Seandainya untuk rombongan pun masih muat lah. Di depan tempat kami parkir ada bangunan yang ternyata adalah restoran yang biasanya untuk sarapan. Tapi kami langsung menuju bangunan satu lagi yaitu area lobby.

Lobby-nya luas dan nyaman. Bersih dan semua staff nya cepat tanggap dan ramah-ramah. Nggak ada tuh yang ngobrol cekikikan atau pura-pura nggak liat kalau ada tamu datang. Padahal saya perhatiin disitu kayanya nggak ada manajer yang stand by, tapi semua staf nya terlihat profesional. Dari resepsionis pula saya juga dapat info tentang area sekitar hotel, nanya arah suatu tempat, dan bahkan pas pulangnya dikasih oleh-oleh hehe


Setelah early check in yang berlangsung cepat dan nggak bertele-tele, kamipun diberikan kunci kamar dan berhubung bawaan kami hanya satu tas besar jadi nggak perlu bantuan bell boy ataupun trolley. Mungkin itu juga yang bikin kami nggak diantar ke kamar melainkan hanya ditunjukan arah jalan menuju kamar sambil dikasih kuncinya. Tapi mungkin juga karena kamar kami nggak terlalu jauh dari area lobby jadinya cukup diberitahukan arahnya saja.

Anyway, perjalanan singkat dari lobby menuju kamar udah langsung bikin kami berdecak kagum karena melewati area taman kecil dengan kolam air mancur di tengahnya yang cantik. Hotelnya juga super bersih dan rapi. Kami melewati area tempat duduk yang nyaman di selasar, dan juga melewati sebuah toko souvenir kecil yang saat itu sedang tutup.


Kami memesan kamar Superior Room yang saat itu rate nya paling murah hehe. Menurut website nya kamar ini menghadap garden dan ada private wooden deck balcony or terrace. Tempat tidurnya twin bed tapi sebelumnya saya sudah minta untuk digabung jadi satu. Ya kan mana enak suami isrti tidur sendiri-sendiri kan hehehe

Sebelumnya udah lihat gambar kamarnya di website sih, tapi pas kami pertama kali masuk ke kamarnya sempet kaget juga. Kaget karena ternyata kamarnya luas dan besar! Interior kamarnya cozy minimalist, nyaman dengan furniture kayu bernuansa hangat dan pintu besar ke teras yang bisa dibuka lebar, wow!


Kalau nggak salah, kamar Superior Room ini ada yang letaknya di lantai dasar seperti kamar kami dan ada juga yang di lantai dua dengan balkon. Letak kamar lantai dua itu tepat diatas kamar kami. Kalau saran saya sih, lebih enak dapet kamar yang di bawah karena teras-nya bisa langsung keluar ke garden. Dan dari garden situ bisa langsung jalan ke arah kolam renang ;) 

Selain luas kamarnya yang bikin wow (padahal itu kamar termurah di Novus Giri), kami juga jatuh cinta sama terasnya! Pintu besar yang bisa terbuka lebar itu bikin suasana bener-bener kaya di resort hehe Trus teras nya juga luas, dan cozy banget dari kayu-kayu gitu. Kalau pagi atau sore kita bisa duduk-duduk santai di teras sambil minum kopi / teh atau ngemil apel (yang dua-duanya dapet complimentary dari kamar). Garden nya walaupun kecil tapi rimbun dan teduh, saya suka banget lihat yang hijau rimbun gitu. Trus nggak jauh dari teras saya ada jalan setapak menuju ke kolam air mancur yang tadi kami lihat dari arah lobby. Berasa kaya dimana gitu lah, bener-bener bikin refreshing.

 

Kamar mandinya sih nggak begitu besar ya tapi bersih dan lumayan lengkap ada bath tub dan shower (dengan air panas tentunya), beberapa handuk bersih, dan shower amenities yang cantik. Ini nggak boleh dibawa pulang ya sabun/shampoo nya, tapi kalau mau beli bisa kok di lobby reception.

Wastafel nya terpisah dan juga tersedia amenities lengkap di sebelah sink seperti shower cap, pasta gigi, sabun kecil, 2 handuk tangan, dan 2 gelas untuk kumur. Selain itu di dalam kamar juga ada safety box, TV, meja tulis, sofa dan pemanas air. Plus complimentary teh, kopi, gula dan tiga buah apel merah manis segar ;)


Oya, kita juga dapat welcome drink yang bisa diminta di kamar ataupun di restoran sebelah kolam renang. Karena mau sekalian lihat-lihat area hotel jadi setelah taro tas di kamar kita keluar lewat teras ke arah garden dimana ada jalan setapak menuju area kolam renang. 

Kolam renang nya sendiri nggak begitu besar tapi cukup lah buat berenang santai ataupun berenang serius yang pake hitungan berapa kali lapse bolak-balik. Tapi airnya dingiin hehehe Ada juga jacuzzi kecil di sebelah kolam renang. Kalau waktu itu nggak abis ujan sih saya mau deh nyemplung ke jacuzzi nya. 

Anyway, kita ngambil welcome drink di resto kecil di sebelah kolam renang. Resto ini diapit oleh kolam renang dan lapangan tenis di kedua sisinya. Ada area duduk-duduk yang nggak kalah cozy di resto ini. Lebih tepatnya sih kaya semacam lounge gitu ya jadi bukan restoran makan berat gitu. Melainkan buat duduk-duduk santai sambil minum cocktail dan cemal-cemil sembari ngeliatin view kolam renang yang diselimuti kabut sehabis turun hujan. Mantap nggak deskripsi-nya hehehe



Di Novus Giri sebenarnya lumayan banyak aktifitas yang bisa dilakukan kalau males keluar hotel. Selain kolam renang, jacuzzi, dan lapangan tenis, di area hotel ini juga ada meja ping-pong, Spa, dan Kids Club untuk anak balita. Untuk anak yang sudah lebih besar bisa ikut horseback riding alias naik kuda keliling resort, dan juga ada kelas painting di bawah pohon rindang. Dan kalau nggak salah ada mini flying fox juga.

Yang paling bikin saya excited sih Rabbit Garden nya! Iya, ada rabbit garden, dan lucu-lucu bingiiitttss itu semua kelincinya. Kebanyakan kelinci-nya berbulu tebal alias kelinci import jadi nggemesin banget. Trus jinak semua jadi bisa dielus dan digendong-gendong walaupun berat ya bok kelinci-nya genduttt hehe

Bisa masuk ke dalam kandang kelinci-nya tapi just make sure bilang dulu ke penjaganya ya. Saya sih happy banget dikelilingi kelinci lucu sambil ngasih makan mereka langsung. Walaupun rabbit garden nya kecil tapi berhasil jadi highlight cerita saya menginap di Novus Giri.

 (jalan menuju Rabbit Garden di bawah):

(nggak tahan lihat kelinci nya lucu-lucu bangettttt, gemessss):

Hari kedua seusai sarapan pop mie di teras kamar, saya dan K jalan-jalan mengitari hotel. Selain ke rabbit garden kita juga muter-muter lihat-lihat area hotel yang ternyata lumayan gede ini. Berhubung seluruh areanya rimbun dan shaded with big trees here and there jadi kita nyaman jalan-jalan ngiterin hotel. 

Di bagian belakang ternyata masih banyak kamar-kamar dan juga unit berbentuk rumah yang bisa disewa kalau perginya bareng keluarga besar. Untuk acara kantor juga cocok karena banyak unit kamar yang berdekatan atau berada dalam satu bangunan. Tipe kamarnya juga macem-macem, bahkan ada yang model duplex lengkap dengan 2 lantai kamar dan private plunge pool.

Waktu itu kebetulan saya ambil tipe Superior Room dengan rate Rp. 1.079,925 (sudah harga diskon dan rate yang paling murah saat itu). Tapi barusan per hari ini saya lihat di website nya untuk Superior Room lagi diskon jadi cuma Rp 765.000,- tuh ! Lebih murah lagi... Memang harga bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. Kalau mau cobain Novus Giri mending booking sekarang tuh mumpung harganya lagi turun 50% ^_^

Oya, harga yang saya bayarkan itu belum termasuk sarapan buffet karena waktu itu saya mikirnya mau sarapan di Puncak Pass resto. Eh taunya pagi-pagi hujan rintik, jadi males juga keluar hotel. Akhirnya hubby K jalan keluar resort untuk cari popmie dan masak di kamar pake pemanas air yang disediakan hehe Lumayan jadi menghemat budget.


Overall, kita berdua puas banget nginep disini dan pengen nginep lagi kapan-kapan kalau ada rejeki ;) Walaupun harganya mungkin termasuk agak mahal dibanding hotel lainnya tapi yang pasti saya puas banget karena dengan harga yang saya bayarkan saya dapet hotel yang bagus, bersih, luas, dan dapet kamar yang juga enak, cozy, spacious dan lengkap amenitiesnya (eh tapi saya lupa ada hairdryer apa nggak). Ditambah pelayanannya yang patut diacungi jempol. Semua staff yang kami temui ramah dan helpful banget.

Tips saya : jangan ke Puncak kalau lagi musim hujan karena nanti seperti kami yang bolak-balik rubah itinerary karena hujan turun, jadi yang tadinya rencana kesini kesitu kadang gagal karena hujan. Trus kalau mau pesan Superior Room seperti saya jangan lupa minta kamar yang di bawah, karena dari teras bisa langsung keluar ke garden, jadi kaya punya halaman sendiri ;) 

Harga di website belum termasuk sarapan, tapi coba tanya-tanya dulu aja sama pihak hotelnya, kali aja informasinya sudah berubah ;) Satu hal lagi, disini nggak ada AC karena kalau malam udaranya dinginnnnnn. Oya, twin bed bisa minta digabung jadi satu, dan kalau lagi kosong bisa minta early check in. 

Kadang suka ada promo menarik dari website Novus Giri. Contohnya waktu saya menginap dulu ada promo kalau nge-tweet tentang Novus Giri maka akan eligible untuk diskon Spa yang lumayan. Oya, tempat spa nya juga terlihat enak dan nyaman banget deh.. Pengen juga kapan-kapan kalau kesini lagi mau cobain spa-nya. Untuk hari ini saya lihat di website nya ada Secret Offer, jadi tinggal isi tanggal rencana kedatangan lalu nanti akan di email oleh pihak hotel apabila pada tanggal tersebut sedang ada secret offer yang berlaku.


Oleh-oleh yang dikasih waktu kita check out, kue jadul favorit sayah!

Thank you so much Novus Giri for your hospitality and great service!
We would surely love to come stay with you again in the future :)



More Info:
NOVUS GIRI RESORT & SPA
Jl. Sindanglaya Raya No.180
Puncak - West Java - Indonesia
t: +62-263-511 511
Website: http://novushotels.com


Cheers,