Places : Puncak Pass Resort & Restaurant

Tuesday, April 14, 2015

Ini post ketinggalan yang harusnya saya upload akhir tahun lalu (waks!) - as part of my Short Getaway to Puncak series - yang saya upload di blog ini sekitar akhir tahun lalu. Kalau mau mengikuti kisah liburan singkat saya ke Puncak atau mau lihat itinerary saya selama 2 hari di Puncak untuk bahan inspirasi travel kalian, bisa KLIK DISINI untuk lihat itinerary-nya sekaligus link review tempat-tempat yang saya datangi selama di Puncak.

Di itinerary saya, Puncak Pass Resort & Restaurant ini adalah tempat wisata terakhir yang kami kunjungi sebelum pulang ke Jakarta. Setelah check out dari hotel dan mampir sebentar ke Little Venice, kami melanjutkan perjalanan pulang ke arah Jakarta dan berhenti sejenak di Puncak Pass Resort & Restaurant untuk makan siang.


Sama seperti restoran Rindu Alam yang selalu bikin nostalgia, restoran Puncak Pass ini juga menjadi nostalgia tersendiri bagi saya. Dulu waktu kecil kalau diajak ortu ke Puncak pasti mampir ke Puncak Pass ini. Saya ingat jaman dulu area Puncak Pass ini masih dingin banget dan berkabut banget, tapi sekarang (mungkin karena efek pemanasan global) suasana di Puncak Pass rasanya tidak sedingin dulu. Tapi udaranya tetap terasa segar dan sejuk, apalagi kalau kita pilih duduk di bagian luar / teras.

Ya, Puncak Pass Resort & Restaurant ini sesuai namanya terdiri dari Resort (yang berupa bungalow berbagai tipe) dan Restaurant yang berada di mulut gerbang masuk. Puncak Pass ini dulu iconic banget, bisa dibilang sebagai icon nya Puncak karena terletak di area tertinggi Puncak dan sudah berdiri sejak tahun 1928.

Pertama didirikan oleh seorang meneer Belanda bernama Meneer Colijn sebagai sebuah restoran dengan 4 buah bungalow. Kemudian tempat ini berganti kepemilikan dan namanya pun berubah menjadi Puncak Pass. Setelah itu tempat ini pun berkembang dengan menambah jumlah bungalow dan kamar untuk menginap sehingga seperti sekarang ini.


Restorannya sendiri masih sama seperti dulu ketika waktu kecil saya sering dibawa kesini oleh orangtua saya. Mungkin ada sedikit perubahan seperti pada atap teras namun secara keseluruhan tempat ini masih terlihat sama, dan mudah-mudahan pihak manajemen akan terus mempertahankan warisan tempo doeloe yang menjadi salah satu daya tarik di tempat ini.

Area restoran terdiri dari :
(1) Area outdoor / teras dengan pemandangan terbuka ke arah bukit dan kota Puncak di bawah sana,
(2) Area indoor Lantai 1 yang sejajar dengan area teras (yang lebih hangat dengan interior serba kayu lengkap dengan sebuah perapian besar),
(3) Area indoor Lantai Dasar yang terletak satu lantai di bawah lantai 1, lengkap dengan jendela-jendela besar yang memberikan pemandangan indah dan kursi-kursi kayu hangat yang bikin betah.

(view dari bagian teras/outdoor)
(bagian teras/outdoor)
(view dari area indoor lt.1)
(area indoor Lt.1)
(area indoor Lt.1 - perfect for afternoon coffee/tea)
(area indoor Lt.Dasar)

Waktu itu kami memilih untuk makan di area indoor lantai 1 karena kebetulan ada spot kosong tepat di sebelah jendela. Dari balik jendela besar kami bisa melihat pemandangan Puncak yang berbukit-bukit hijau dengan kepadatan kota di bawah sana. Dari jendela tersebut juga masih terlihat genteng jadul yang digunakan restoran ini masih sama persis seperti yang saya ingat dulu. Benar-benar brings back memories... (*OhI'mSoOld*).

Hubby K memesan paket komplit nasi timbel, sementara saya si gila pizza tergoda dengan pilihan pizza-nya yang termasuk salah satu yang direkomendasi di buku menu-nya. Tak lupa kami pun memesan salah satu menu andalan Puncak Pass Restaurant yang sudah beken dari jaman dulu yaitu: Poffertjes!

Paket nasi timbel porsinya lumayan besar, berhasil bikin kenyang hubby. Pizza-nya juga sangat menggugah selera dan rasanya enak, pas di lidah saya. Poffertjes nya jangan ditanya lagi, rasanya saya pengen nambah kalau saat itu belum kekenyangan banget hehe

(hubby & nasi timbel nya)

Setelah selesai makan, kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar area Puncak Pass untuk melihat-lihat. Kebetulan sebelum memutuskan untuk menginap di Novus Giri saya juga mempertimbangkan untuk menginap di Puncak Pass ini karena terpincut oleh bungalow-nya yang seakan terinspirasi dari rumah kayu di pegunungan Eropa itu. Jadi saya penasaran pengen lihat aslinya dulu, lumayan lah itung-itung survey tempat dulu hehe

Puncak Pass Resort memiliki berbagai varian tipe kamar atau bungalow/villa yang tersebar di area nya yang luas dan berbukit-bukit. Ada yang tipe kamar hotel yang letaknya kalau tidak salah menyatu dengan restoran / bangunan utama. Tipe kamar hotel ini sudah direnovasi jadi nggak perlu takut suasana jadul, konsep nya udah modern banget (bisa lihat di website nya disini). Ada pula kamar yang dilengkapi teras balkon dimana kita bisa keluar ke balkon dan menghirup udara segar.

Kemudian ada tipe kamar bungalow yang terdiri dari kamar bungalow deluxe dengan teras kecil di depan pintu kamar. Ada juga tipe bungalow executive, jadi kamarnya lebih besar/panjang dan fasilitasnya lebih lengkap dengan ruang duduk kecil di dalamnya. Selain itu juga ada tipe family bungalow yang tentunya lebih besar dengan dua kamar tidur dan area makan. Untuk semua tipe bungalow memiliki perapian kecil di dalam ruangan.


Terakhir adalah tipe Bungalow Suite yang juga terdiri dari beberapa tipe, diantaranya adalah tipe Bungalow Studio Suite yang diperuntukkan untuk keluarga karena terdiri dari dua kamar tidur dan dua kamar mandi. Untuk keluarga yang lebih besar ada tipe Bungalow Family Suite dengan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi.

Saya paling naksir sih sama yang bungalow bergaya rumah jadul ala rumah-rumah di pegunungan eropa seperti foto di bawah ini nih hehe Soalnya unik banget sih dan kebetulan saya seneng yang klasik-klasik gitu ...


Kelemahannya mungkin letak kolam renang nya yang agak jauh di bawah, jadi untuk sebagian kamar kalau mau ke kolam renang musti jalan dulu agak jauh. Sementara  untuk kelebihannya, selain posisi resort yang berada di titik atas area Puncak dengan suasana yang dingin, juga pemandangannya yang indah ke arah bawah pegunungan. Ditambah area sekeliling resort yang sangat hijau dan rimbun dengan tanaman dan pepohonan, rasanya berjalan pagi atau jalan kaki sore-sore mengelilingi resort akan sangat terasa menyenangkan.

Untuk informasi lebih detil dan lebih lengkap mengenai rate kamar dan lain-lain silakan mengunjungi website resmi-nya disini ya, karena kemarin saya nggak nanya-nanya sama orang hotel melainkan hanya jalan muter-muter resort aja untuk tau suasananya.

Overall, in the future saya punya rencana untuk menginap disini karena suasana resortnya yang asri dan menyejukkan. Eh tapi, barusan saya lihat di website-nya kok sepertinya resort-nya akan direnovasi ya? huhuhu... Semoga setelah di-renov, bungalow jadul favorit saya masih tetap dipertahankan...

Oya, untuk restorannya sih udah pasti saya rekomen banget :) Kalau belum pernah kesini kudu wajib harus mampir, karena tempat ini iconic banget hehe Harga makanannya pun masih lumayan terjangkau lah, apalagi kalau cuma ingin mencicipi poffertjes nya sambil minum teh hangat di teras restoran :)

Selamat jalan-jalan ya !




Puncak Pass Resort
Jl. Raya Puncak Km 90 Po Box 18,
Sindanglaya, Cianjur 43253,
West Java – Indonesia.
Phone (0263) 512503 / 512504




Dapet salam dari si gadis garis-garis :)




Untuk melihat tempat apa saja yang saya kunjungi selama 2 days Puncak Getaway, 
klik DISINI.



Happy Vacation-ing!

1 comment:

liburan di puncak pass said...

lengkap sekali reviewnya..btw kalo tempat makan yang asyik asyik ga di review sekalian gan/?

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS