Showing posts with label Vacation Trips. Show all posts
Showing posts with label Vacation Trips. Show all posts

Jakarta - Jogja 3 Days Road Trip - (Itinerary)

Thursday, October 24, 2019



Beberapa waktu lalu saya dan hubby K memutuskan untuk pergi road trip ke Jogja. Dan ini adalah road trip pertama kali kami yang cuma pergi berdua. Biasanya kalau road trip seringnya rame-rame sama keluarga, atau kalau lagi pergi berdua biasanya naik pesawat atau kereta. Jadi kami belum pernah pergi road trip nyetir sendiri berduaan doang (kalau trip ke Bandung nggak dihitung ya karena walaupun naik mobil tapi jaraknya dekat). 

So akhirnya pada suatu weekend kami nekat road trip berdua doang sekalian nyobain jalan tol baru Cipali dan seterusnya yang menghubungkan Jakarta dengan kota kota besar di Jawa. Ini rencana semi mendadak sih sebenernya. Planningnya juga cuma seminggu sebelumnya karena memang idenya juga tercetus tiba-tiba hehe.. Tapi akhirnya jadi juga kita road trip ke Semarang, Magelang, dan Jogja.

Yup tiga kota itu adalah kota tujuan utama kami. Awalnya saya memang planning ke tiga kota tersebut karena memang niat mau ke Semarang sebagai kota istirahat pertama setelah menyetir di jalan tol dengan jarak yang jauh. Pikir-pikir kan sambil wisata kuliner di Semarang sebelum melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya. 

Rencana ini pun sebenarnya gagal karena ternyata jalan tol Cikampek yang saat itu sedang perbaikan dan dalam pembangunan mengakibatkan macet yang parah sekali. Kami berangkat jam 1/2 5 subuh dari rumah, dan 1/2 jam kemudian masa udah macet stuck di Cikampek?! Mau marah rasanya.. Macetnya parah sekali sampai 3 jam lamanya hanya untuk melewati Cikampek saja (yang kalau keadaan normal harusnya hanya butuh waktu 40 menit saja). Walhasil kami baru sampai di Semarang telat hampir 4 jam dari rencana semula, sehingga plan awal kami yang ingin berjalan-jalan wisata kuliner di Semarang pupus lah sudah, karena kami hanya punya waktu 2 jam saja di Semarang karena sudah harus langsung melanjutkan perjalanan ke Magelang agar tidak sampai terlalu larut malam di hotel yang sudah kami booking online.

Saya memang planning untuk menginap di Magelang sembari mengunjungi Borobudur yang memang terletak di Magelang, berhubung kami berdua terakhir ke Borobudur itu sudah lama banget (apalagi hubby K yang terakhir ke Borobudur waktu masih kecil katanya), jadi kami ingin mengunjungi Borobudur lagi karena kan sekarang sudah jauh lebih terawat dibanding terakhir kami kesana. 

Nah jadilah saya planning menginap di Magelang karena penginapannya lebih murah dari di Jogja. Di Magelang kami bisa dapat hotel yang buaguss banget sekelas resort, sementara di Jogja dengan harga yang sama kami "cuma" dapat kamar di hotel kecil yang biasa-biasa saja. Jadi itu adalah salah satu pertimbangan saya untuk menginap di Magelang supaya bisa berhemat di kamar (karena toh kami memang akan ke Borobudur anyway kan). Eh nggak taunya kalau dari Semarang lalu ke Magelang baru ke Jogja itu jalannya muter banget jalurnya, jadi waktu kami  malah habis kelamaan di jalan. Info ini baru kami dapat dari owner hotel kami di Magelang sewaktu kami berkesempatan mengobrol dengan beliau di sela sela waktu makan malam. Ternyata harusnya jalurnya akan lebih enak kalau kami dari Semarang langsung lanjut ke Jogja lalu baru ke Borobudur dalam one-day-trip. Dibanding jalur kami yang Semarang - Magelang - Jogja hehe.. Yah namanya juga road trip pertama, planning sih boleh boleh aja tapi kenyataan di jalan bisa jauh berbeda hehe..


Jadi hari pertama itu kami habiskan di Semarang dan langsung lanjut ke Magelang. Lalu hari kedua kami melanjutkan perjalanan ke Jogja. Dan hari ketiga kami full di Jogja sebelum pulang ke Jakarta. Benar-benar jadwal yang padat apalagi ditambah kemacetan tak terkira yang bikin waktu kami banyak habis di jalan dan berakibat panjang merusak sisa planning perjalanan kami. Jadinya kami tidak dapat mengunjungi semua tujuan dan objek wisata yang saya rencanakan sebelumnya karena kehabisan waktu. But it's okay, dibawa santai aja, kadang ketika liburan itu kenyataan memang tidak seperti yang direncanakan walaupun sudah diplanning sedemikian rupa. Tapi balik lagi, namanya juga liburan, kalau kenyataan di lapangan tidak bisa sesuai planning ya gak papa, tetep enjoy aja.. yang penting nikmati liburan, jangan jadi tergesa-gesa dan bete sendiri, ya nggak? (^_^)

Untuk cerita detail masing masing tempat yang kami berhasil kunjungi nanti akan saya ceritakan lebih lanjut di post berikutnya ya, siapa tau bisa jadi inspirasi yang ingin ke Jogja, Semarang, dan Magelang. Hari ini saya post itinerary-nya dulu aja supaya post-nya nanti agak sistematis dan lebih gampang carinya di blog ini hehe..

So ini adalah itinerary kami selama 3 hari road trip Java Overland (*ceritanya overland hihihi*) :


Day 1 : 
Jakarta to Semarang via tol
Lunch & Wisata Kuliner di Semarang
Tour Kota Lama di Semarang
Ngopi sore di Spiegel Semarang (cafe yang lokasinya di gedung tua)
Lanjut perjalanan Semarang to Magelang via non tol
Arrived di Semarang, check in Hotel


Day 2 :
Borobudur visit
Lanjut perjalanan Magelang to Jogja
Sate Klathak (tapi gak jadi karena penuh harus antri 2 jam)
Ladang Bunga Matahari di Bantul (sekitar 1 jam dari Jogja)
Arrived di Jogja langsung ke hotel untuk check in
Makan malam di Jejamuran (resto yang unik karena hanya jual segala macam makanan dari jamur)
Malioboro (tapi gak keburu)


Day 3 :
Prambanan visit
Jogja to Jakarta via jalan tol




PS : Selama kami road trip ini kami total nekat hanya mengandalkan google map dan waze. Walaupun disuruh lewat jalan kecil menembus desa dan melintasi area persawahan tapi kami tetap ikuti saja sesuai petunjuk Google Map, dan Alhamdulillah kami selalu sampai di tujuan. Bahkan ke semua restoran dan tempat wisata yang sudah saya planning di awal, kami selalu mengandalkan google map dan kami selalu sampai ke tempat tujuan walaupun kadang rute yang dianjurkan kadang meragukan karena lewat pelosok entah dimana, tapi kami selalu sampai di tujuan kok :) 
Tapi kami tidak pernah pergi malam hari supaya lebih aman. Kalau malam hari kami lebih memilih untuk jalan ke tempat di dalam kota saja dengan google map, jadi tidak perlu melewati sawah dan desa pelosok segala hehe. Dan satu lagi, jangan lupa Bismillah! :)


PSS : Untuk cerita detil masing-masing nya akan ada di post selanjutnya yaa !



Cheers & Happy Vacay!
 

Hotel Review : Grandhika Iskandarsyah Jakarta

Saturday, July 27, 2019




Tidak lain dan tidak bukan, ini adalah : Another late post ! Hehe...
Ini aslinya udah telat tayang dua tahun eh lebih deng hehehe... Tapi berhubung masih ada sisa fotonya jadi mari kita bahas saja walaupun telat :)

Jadi waktu itu kita iseng mau rayain ulang tahun hubby K, dan karena bingung mau kemana tapi pengen yang berkesan daripada cuma makan-makan di restoran, akhirnya kita ngajak keluarga staycation di salah satu hotel di Jakarta aja biar deket dan gak perlu jauh jauh karena cuma ambil waktu pas weekend.

Buat yang lagi bingung jenuh suntuk pengen refreshing tapi males keluar kota karena tol macet atau waktu yang mepet mending bisa coba "staycation" aja. Bisa cari hotel di Jakarta, atau di pinggiran Jakarta kaya di area Serpong atau Bintaro. Biar nggak jalan jauh tapi tetep dapet suasana yang beda karena bukan tidur di kamar sendiri hihihi Dan lumayan kalau anak anak kan bisa berenang, sekalian ngincer sarapan hotel yang biasanya lumayan enak enak  ya gak? (^o^) ..


(pic source : Traveloka.com)

Singkat cerita, ketika itu setelah daku browsing sana sini akhirnya memutuskan untuk menginap di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan yang harganya masih masuk budget (dan dengan catatan ada kolam renang untuk keponakan, dan pilihan sarapan yang lumayan variatif).

Tampilan hotel nya juga lumayan lah secara udah bintang 4, apalagi saat itu daku liat di websitenya kamarnya modern dan bersih, terang, dan simple nggak gelap jadul. Dan yang paling penting saat itu lagi ada discount offer jadi harganya sedikit miring dari harga normal hehehe.. (*ini salah satu faktor penting nih* 😜).

Tepatnya kami menginap di Hotel Grandhika Iskandarsyah, yang lokasinya di daerah blok M, lebih tepatnya di seberang gedung Pasaraya :)

Jadi kalau menginap disini enak nih bisa sekalian jalan ke pasar pagi Blok M misalnya. Atau iseng ke Melawai juga bisa. Sekitar area blok M juga banyak makanan, misal ke daerah Panglima Polim yang banyak restoran dan cafe macem macem :)


(hallway depan lift)

Aku pilih hotel ini juga karena suasananya hotel business dan hotel keluarga gitu. Walaupun area hotelnya nggak begitu luas tapi jumlah kamarnya banyak karena tingkatnya lumayan tinggi ada banyak lantai. Oya karena area gedungnya nggak begitu luas jadi parkiran nya kecil yah di area basement, tapi lumayan lah masih tetap bisa nampung mobil tamu hotel.

Waktu itu aku ambil kamar yang standard/deluxe. Begitu masuk ke kamar suasananya persis dengan gambar yang aku lihat di website, jadi no tipu tipu karena kamar sama persis hehe Kamarnya ukurannya medium yah untuk ukuran standard kamar hotel, nggak sempit tapi juga nggak begitu besar.

Pas banget lah menurutku masih ada sisa ruang agak lega, buat sholat gelar sajadah juga masih cukup banget. Bahkan kita sempet ngumpul 8 orang dewasa + 3 anak di dalam satu kamar rame rame nonton tv hehehe..




Oke lho menurutku desainnya. Aku suka banget desainnya yang clean, simple, modern. Kamar mandinya juga cukup banget. Desainnya minimalis modern juga. Dinding kamar mandinya dari kaca tapi nggak tembus pandang ada sticker sekatnya.

Dapet teh/kopi standard dan kulkas mini juga. Aku lupa ada hairdryer apa nggak (maklum ini nginepnya udah lama hehe). Spreinya bersih dan kasurnya empuk bikin betah. Jendelanya yang model tinggi floor-to-wall gitu (my favorite banget ini jendela gede gini). Tapi gorden nya tetep tebal dan model black-out kok, jadi tetap privacy.

Kebetulan kita dapat kamar yang menghadap ke Pasaraya langsung jadi kalau malam bisa liat lampu lampu mobil berderet di bawah sana. Kalau adik ipar saya dapat kamar yang menghadap ke kolam renang di area belakang. Selain view kolam renang juga bisa lihat view pemandangan urban city sekitar yang nggak terlalu crowded untuk ukuran di tengah kota. Menurutku view nya sama bagusnya, baik yang menghadap depan ke Pasaraya maupun yang menghadap belakang.


(view malam hari)
(view siang hari)

Untuk kolam renangnya ukurannya nggak terlalu besar, tapi cukup lah. Apalagi waktu itu pas pagi-pagi sehabis sarapan yang berenang cuma kita doang jadi serasa kolam renang milik sendiri hehe Oya selain kolam renang disini juga ada gym kecil.

Kalau malam hari kolam renangnya bagus karena efek lampu, lumayan kalau mau nongkrong malam malam di pinggir kolam renang hihihi..

Namanya juga staycation jadi kita cuma ngabisin waktu di hotel leha-leha santai santai gak usah mikirin urusan rumah dan kerjaan. Jadi kegiatan kita ya pagi sarapan sampe puas, abis itu nemenin anak anak berenang, dan udah deh leha-leha di kamar. Kalau iseng tinggal nyebrang ke Pasaraya liat liat apa kek gitu kan. Kaya waktu itu kita makan malamnya nyebrang ke Pasaraya. Besok paginya rencana mau ke pasar pagi Melawai tapi nggak jadi karena mager secara kamar hotelnya enak nyaman jadi tidur pulas. Akhirnya langsung sarapan aja di bawah.

Oya, ruang sarapannya lumayan luas. Untuk menu sarapannya lumayan variatif walaupun bukan yang terlalu banyak macamnya juga sampai bingung milih sih (kaya sarapan di Park Lane Hotel waktu itu 😊). Tapi lumayan banyak lah variasinya. Rasa makanan yang ditawarkan juga oke dan nggak cepet abis juga makanannya dengan jumlah tamu yang cukup banyak saat itu.


(kolam renang)
(ruang sarapan)

(Sarapan, tapi ini baru ronde 1 hehe Abis ini masih ngambil lagi nasi goreng dll)


Overall semua service nya oke. Customer service nya bagus dan professional. Proses check in / check out berjalan lancar. Sebelumnya saya ada request melalui email / order form untuk minta semua kamar berada dalam satu lantai dan berdekatan - supaya lebih gampang ber-koordinasi dan ngumpul.

Ketika kami datang dan check in semua kamar sudah siap, dan sesuai dengan request saya sebelumnya. Semuanya lancar tidak ada masalah. Resepsionis juga sangat ramah.  Kami tidak ada komplain sama sekali. Semua sangat sesuai dengan ekspektasi saya :)

Nah jadi buat yang lagi merencanakan staycation, atau mungkin yang dari luar kota akan ada keperluan di Jakarta dan mencari hotel yang lokasi lumayan di tengah kota mungkin bisa coba menginap disini :)


PS : Kadang suka ada diskon dari website atau aplikasi semacam Traveloka / Agoda / Booking.com / Hotels.com. At least biasanya 4 website / aplikasi itu yang saya selalu pakai untuk cek rate hotel dan cari diskon. Jangan lupa bandingkan dengan rate dari hotelnya langsung melalui website mereka juga ya. Siapa tau mereka juga lagi ada diskon atau paket tertentu yang nggak ada di aplikasi travel :)



(Dapet salam dari Madam Sekretaris 😅)




Grandhika Iskandarsyah
Jl. Iskandarsyah Raya No. 65 Jakarta 12160




Selamat Staycation!

Places : Hutan Pinus Gunung Pancar

Tuesday, July 2, 2019

Hellawww!!

Wadidawwww... ini blog udah kaya apaan aja nggak pernah ditengok ih. Janji janji palsu mau aktif nulis review tempat tempat yang dikunjungi eh taunya nggak pernah dibuka ini blog hehehe Maapkan yah pemirssahh...

Anyway, gara gara lagi planning rencana liburan jadinya akhir akhir ini jadi sering baca blog orang yang nulis tentang liburan. Dan gara gara baca-baca itulah jadi ada semangat lagi mau nulis pengalaman di blog sendiri juga, itung itung bersihin debu di blog ini hehehe...

Langsung aja yah, kali ini mau cerita tentang Hutan Pinus Gunung Pancar :



Jadi waktu itu iseng aja pengen main ke yang nggak jauh dari Jakarta tapi suasananya beda. Antara mau ke Bogor atau ke Hutan Mangrove di PIK, tapi akhirnya memutuskan untuk ke Sentul aja karena banyak cafe lucu ternyata di Sentul hehe..

Pagi pagi kita meluncur ke Sentul lewat tol Jagorawi, dan jalanan lancar jaya karena weekend. Begitu sampai Sentul kita langsung cari cafe untuk sarapan. Awalnya sih kita langsung meluncur ke Popolo Cafe yang lokasinya di depan Taman Budaya Sentul, eh taunya nggak dapet parkir disitu karena sepertinya lagi ada banyak rombongan dan banyak bis yang lagi ke Taman Budaya, yang mengakibatkan kami nggak dapat parkir walaupun udah muter dua kali keluar masuk parkiran. 

Akhirnya memutuskan untuk ganti lokasi ke Anthology Cafe yang letaknya nggak jauh. Ini cafe juga lucu dan suasananya bikin beda (review menyusul yak!). Saking asiknya suasana di Anthology kita gak sadar ternyata udah menghabiskan waktu cukup lama disitu, keburu mau siang deh. Seteleh sadar bahwa hari sudah makin siang maka sehabis ngopi di Anthology kita langsung naik ke arah atas Sentul menuju Hutan Pinus Gunung Pancar.



Cari jalan ke arah Hutan Pinus Gunung Pancar tinggal pakai aplikasi google maps atau Waze aja. Ikutin jalan yang memang melewati area perkampungan warga lokal, terus menanjak menuju kearah atas. Jadi di Sentul ini ada area hutan rakyat gitu, namanya Gunung Pancar. Nah hutan pinus tempat saya foto foto ini letaknya di depan gerbang masuk Gunung Pancar. Jadi nggak masuk ke dalamnya ya alias cuma di pinggir jalan aja ini hihihi ...

Tapi walaupun cuma di pinggir jalan udah keliatan serasa di hutan kaann tuh foto fotonyaa? Ya kaann? hhihihiii...

Nah tapiiii... kalau kalian mau lebih puas lagi foto fotonya atau pengen nikmatin suasana alam dan hutan pinus benerannya ya kalian tinggal terusin aja masuk gerbang gunung Pancar terus naik ke atas. Masuknya bayar tapi murah kok. Kata teman saya yang udah pernah kesana dan kalau lihat dari website nya sih di dalam hutan gunung Pancar itu bagus dan sudah tertata rapi, ada area perkemahan (dari Camping sampai Glamping juga ada), layout jalan dan area publik serta fasilitas publik juga lengkap, dan ada spot foto foto juga lho, lengkap dengan hammock susun yang digantung diantara dua batang pohon segala (ala-ala instagrammable gitu lah ceritanya).

(Pics source: www.gunungpancar.com)


Nampak seru ya?

Sementara kalau tempat saya foto-foto ini letaknya tepat sebelum gerbang masuk pertama, itu di sebelah kiri nya ada parkiran besar yang ada warung warung indomie hehe. Nah kita parkir disitu karena ngeliat di pinggir jalan aja itu udah hutan pinus tinggi tinggi banget. Dan ada jalan setapak yang bisa dimasukin warga lokal untuk ke hutan. Kita masuknya dari situ guys, jadi dari pinggir jalan raya banget hehe.. Yah karena keperluannya emang cuma mau foto foto diantara hutan pinus (dan saat itu hari udah beranjak panas) jadi kita sih ngerasa cukup aja masuk dari pinggir jalan, dan nggak masuk sampai ke hutan gunung Pancar beneran-nya.

Ini sebenernya antara mau hemat nggak bayar masuk karena cuma untuk foto atau males masuk ke dalam hutan benerannya karena outfit lagi nggak pas buat dipake jalan di hutan (wong outfit ala turis gitu bukan ala pecinta alam 😅). 

Jadi kalau kalian mau totalitas atau memang mau enjoy suasana gunung dan hutan nya sih saya saranin terus masuk melalui gerbang berbayar-nya, kalau di pinggir jalan kaya saya foto ini ya nggak ada apa apa soalnya, cuma pohon pohon aja, dan nggak ada jalur rute musti kemana di dalam hutan nya gitu loh, nanti malah nyasar kan serem, jadi mending masuk aja ke hutan beneran nya. Kali ini berhubung eyke cuma mau foto dan outfit ga pas (+ sepatu licin) jadi ini foto pinggir jalan aja udah puas sih eyke rasanya hehe..



Buat kalian yang tinggal di Jakarta main ke daerah Sentul juga asik loh. Selain ada hutan pinus dan area camping di hutan ini di Sentul juga ada cafe-cafe dan tempat makan lucu yang beda suasana sama di Jakarta. Untuk pilihan aktifitas keluarga ada Taman Budaya Sentul dan Jungle Land, dan ada Air Terjun alami juga di Sentul (search di google map). Ada penginapan yang lumayan cakep juga di seputaran Sentul (saya ngincer pengen nginep di Edensor 😊). Lumayan lah buat yang penat sama kemacetan dan keruwetan Jakarta, pengen melipir yang bikin suasana beda tapi nggak mau jalan jauh-jauh, ke Sentul bisa jadi pilihan untuk weekend atau mini getaway. 

Cuss yang mau cari suasana baru daripada weekend di rumah aja, atau mau ajak keluarga ke hutan pinus langsung search di google maps : "Hutan Pinus Gunung Pancar" yaa...



Hutan Pinus Gunung Pancar
web : https://www.gunungpancar.com/





Cheers,

Places : Dusun Bambu & Dinner at The Peak - Bandung

Sunday, November 27, 2016


Okay, melanjutkan postingan Bandung 1-Day-Trip saya yang telat setahun ini (*oopss!*), kemarin saya udah bahas tentang kunjungan singkat kami ke Museum Geologi Bandung. Dan hari ini saya mau bahas (tepatnya mau upload foto di dunia maya biar gak ilang fotonya hehe) tentang kunjungan saya ke Dusun Bambu yang kala itu lagi nge-trend (;p).

Berhubung ini cerita dari setahun lalu jadi mohon maaf apabila udah rada basi yah ceritanya hihihi Sekarang juga kayanya Dusun Bambu udah nggak terlalu hyped lagi yah (sekarang yang lagi hype itu Farm House Lembang yang nanti akan saya ceritakan juga kok di blog ini, so please subscribe! hehe).

Anyway, karena waktu itu Dusun Bambu lagi hyped maka suasananya lumayan ramai sama pengunjung waktu saya kesana. Lokasinya sih masih rada jauh dari simpang terminal Ledeng / Sersan Bajuri, masih nanjak terus lagi ke arah atas. Plang penunjuk jalan ada di sepanjang jalan menuju Dusun Bambu, jadi tinggal ikutin aja plang-nya. 

Sampai di area Dusun Bambu kita segera cari parkir (area parkir-nya cukup luas tapi kalau pas lagi ramai dan padat kaya saya waktu itu ya berebutan parkir juga akibatnya). Selesai dapat parkir kita bisa membeli tiket di area masuk. Saya cek di website sekarang harga tiketnya IDR 15,000 (anak di bawah usia 3 tahun gratis). 

Di area masuk tersebut kita langsung berhadapan dengan pemandangan sawah buatan yang cukup indah, lengkap dengan bangunan rumah-rumah kecil di kejauhan (yang kalau nggak salah sih itu rumah penginapannya deh *cmiiw*). Langsung seneng lihat sawah, ijo royo-royo seger :D



Area Dusun Bambu nya sendiri letaknya masih ke atas lagi. Dari area parkir menuju ke arah atas kita bisa memilih untuk jalan kaki sambil menyusuri sawah (atau kalo seneng avonturir dikit jalan lewat pematang sawah juga bisa - kaya saya waktu itu - sambil ketakutan karena takut dikejar soang yang lagi jalan di sawah ;p). Atau kalau malas jalan kaki (karena jalannya nanjak bok!) bisa pilih naik mobil wara wiri yang disediakan oleh pihak Dusun Bambu khusus untuk mengantar pengunjung dari/ke Dusun Bambu - area parkir. Mobil yang disebut "ontang-anting" ini gratis karena sudah termasuk dalam tiket yang kita bayarkan tadi.

Dengan mobil ontang anting ini kita akan diantarkan tepat ke depan gerbang area Dusun Bambu, yang tampil dengan tangga bebatuan yang rimbun, dan kalau malam hari dihiasi lampu-lampu cantik. Dusun Bambu ini merupakan tempat wisata alam yang terletak di kaki Gunung Burangrang, Cisarua Lembang. Menyajikan area wisata yang dilengkapi dengan restaurant, villa dan fasilitas lainnya seperti pusat jajanan dan oleh-oleh, danau buatan, serta outdoor open space dengan taman cantik yang dibelah oleh aliran air seakan-akan seperti sebuah sungai kecil di tengahnya.

Disini selain disediakan penginapan juga ada pilihan camping. Pilihan restorannya bisa di Burangrang cafe yang menawarkan pemandangan yang indah dengan pilihan area duduk di upper deck yang terbuka, atau Lutung Kasarung dengan sensasi makan di dalam "sangkar burung" di atas pohon :)

(Burangrang Cafe photo via VisitLembang.com)
(Lutung Kasarung Resto photo via website Dusun Bambu)

Ada juga pilihan makan di Purbasari Restoran dengan model lesehan sambil duduk di bangunan berbentuk rumah kecil di pinggir danau. Pengen juga kapan-kapan saya nyobain makan disitu deh, kayanya lucu buat foto-foto hehehe...

(Purbasari Restaurant photo via VisitLembang.com)
(Camping ground photo via VisitLembang.com)

Anyway, hal pertama yang kami lakukan waktu itu adalah melihat danau buatan yang ada di depan gedung restoran. Begitu masuk langsung keliatan kok danau-nya. Danau ini dikelilingi oleh bangunan berbentuk rumah-rumah kecil yang tadinya saya pikir itu disewakan untuk menginap, taunya itu area makan untuk restoran Purbasari ;)

Di danau buatan juga ada penyewaan kano (berbayar). Waktu itu adik ipar saya naik kano bersama anaknya mengelilingi danau, tentu saja didampingi oleh petugas kano-nya. Danaunya sih tidak begitu besar jadi kelilingnya juga nggak begitu lama. Seusai bermain kano dan melihat-lihat danau kami pun jalan-jalan mengelilingi area Dusun Bambu yang sebenarnya sih tidak terlalu luas juga, tapi sangat rimbun dan penuh dengan taman cantik serta tanaman hijau dimana-mana. Ditambah view Gunung Burangrang dan udara segar pegunungan yang membuat tempat ini cukup oke buat buang stress. Sayangnya karena waktu itu terlalu ramai jadi saya tidak bisa full menikmati pemandangan di sekitar. Kalau saja waktu itu suasananya sedang sepi dan tidak begitu ramai saya yakin pasti tempatnya sangat indah, kurang lebih idealnya seperti di foto ini nih :

(photo via website Dusun Bambu)

Sementara in-real-life nya begini nih waktu saya kesana pas musim liburan dan pas lagi hyped (;p) :


Tapi lumayan lah, nikmatin hijau-hijau segar di sekeliling kita yang susah banget didapat di Jakarta. Puas-puasin deh hirup udara minim polusi di pegunungan, our lungs would be thankful :)

Yang bikin cantik juga karena ada semacam little creek di tengah-tengah taman, berasa lagi di pinggir kali di pedesaan hehe. Saya juga lihat ada beberapa area permainan anak di sekitar taman terutama di dekat gedung restoran. Kalau buat keluarga sih tempat ini layak banget dikunjungi karena anak-anak biar mengenal alam dan buat orang tua yang sepuh juga pasti senang lihat pemandangan bagus nan hijau seperti di Dusun Bambu ini.  

Selepas berjalan-jalan keliling area taman Dusun Bambu kami pun memutuskan untuk mencari makan. Pilihan kami jatuh ke area foodcourt yang menyajikan banyak pilihan stand makanan serta pusat oleh-oleh dan jajanan. Kalau di area foodcourt ini sistemnya pakai kartu, jadi kita beli kartu dulu di kasir dan nanti dengan kartu itu baru kita bisa beli makanan di stand. Makanannya sih lumayan yah, tapi yang pasti tempatnya enak apalagi kalau pilih duduk di bagian luar, karena anginnya segar dan pemandangannya bagus.


Di tempat pusat oleh-oleh saya nggak beli apa-apa cuma beli minuman yoghurt doang, tapi berhubung saya orangnya suka gak tahan liat gift shop maka tebak apa yang saya beli di gift shop? Jauh-jauh ke Lembang yang saya beli malah stationary berupa sticker lucu sama tensoplast motif nautical/sailor ! hahahaha ...

Anyway, karena sedang ramai jadi saya nggak sempat jalan-jalan ke area Lutung Kasarung yang modelnya sangkar burung itu (padahal pengen foto-foto di jembatan gantung nya). Tapi kita cukup betah sih menghabiskan waktu di Dusun Bambu walaupun saat itu lagi ramai. Entah lah, tempatnya bikin pewe aja sih kata saya.. Dan karena suasananya yang enak dan bikin betah itu akhirnya nggak terasa kami berada disana sampai malam hari.


Berhubung langit sudah gelap maka kami pun bergegas beranjak dari Dusun Bambu untuk menuju tempat makan malam pilihan kami saat itu yaitu The Peak.

Sebenarnya dulu waktu jaman kuliah di Bandung saya udah pernah ke The Peak beberapa kali tapi ternyata udah lupa lagi jalannya hahaha Untungnya kita nyampe juga sih ke The Peak. Buat yang belum tahu, The Peak ini adalah sebuah cafe & resto yang letaknya di atas perbukitan Lembang. Karena letaknya yang tinggi di atas bukit maka cuaca disini selalu dingin, apalagi biasanya kita memilih untuk duduk di area semi terbuka yang langsung menghadap pemandangan kota Bandung di waktu malam yang penuh kerlap kerlip lampu. 

(photo via tempatwisatadibandung.com)

Karena sebelumnya kita baru aja late lunch di Dusun Bambu jadinya di The Peak ini kita cuma ngemil aja karena masih kenyang. Kalo nggak salah waktu itu saya dan K cuma pesen pancake sama satu poci teh hangat deh, tapi teh nya nggak lama langsung dingin aja dong saking dinginnya udara hihihi

Kita juga nggak lama-lama di The Peak karena kedinginaaaann hahaha Padahal waktu itu saya udah pake sweater wool/cashmere lengan panjang + daleman tanktop ditambah puffy vest hitam tebal Gap andalan saya buat udara dingin, eh masih tembus aja lohh dinginnya. Emang waktu itu pas lagi dingin banget sih, mungkin karena pas masih musim hujan kali ya jadi extra dingin huhuhu


Overall, kalau lagi nggak ramai Dusun Bambu worth it lah buat dikunjungi, apalagi kalau bawa keluarga. Pengen juga nyobain nginep disana atau camping/glamping sekalian, soalnya pemandangannya bagus dan hawa-nya juga enak seger banget diantara pegunungan dan rimbun pepohonan gitu. Kayanya nowadays karena udah nggak terlalu hyped lagi mungkin justru sekarang lah saatnya yang tepat untuk kunjungi Dusun Bambu, karena pasti udah nggak serame dulu kan jaman masih hyped banget karena baru buka. Malah enakan pergi ke Dusun Bambu sekarang-sekarang ini kalo kata saya hehe

So, kalau mau kesana siapin aja syal atau jaket ekstra terutama buat anak anak karena semakin malam pastinya udaranya akan semakin dingin. Buat yang mau romantis-romantisan juga bisa makmal di The Peak. Kalau mau pilih makan di area semi terbuka nya jangan lupa pake jaket agak tebal karena kalau udara lagi dingin (misal abis ujan) bisa dingin buanget hawa-nya. Kalau mau aman ya pilih makan di dalam aja. Di lantai dua juga enak bisa lihat city view dari jendela besarnya. Siapa tau dapet inspirasi kan? (^o^).


dapet salam dari bunga cantik !



Klik disini untuk lihat itinerary Bandung 1-Day-Trip with Family
Atau klik disini untuk lihat itinerary Bandung-1-Day-Trip with Friends


Oya, buat yang masih setia follow blog ini, tungguin yah, I have a long list of posts to be written hehehe... Mulai dari review The Farm House Lembang, Toko Organic Bandung, review Hotel Sanghyang Anyer, review Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta, cerita & itinerary Singapore (lagih ;p), dan beberapa review kopi serta restoran n cafe yang masih ngendon di file komputer saya hehe ... So, please watch this space !


Cheers,

Places : Museum Geologi, Bandung

Saturday, November 26, 2016


Udah baca itinerary Bandung 1-Day-Trip saya di post yang ini kan? Nah post kali ini khusus membahas tentang Museum Geologi Bandung yang lokasinya di dekat Gedung Sate :)

Jadi waktu itu ceritanya kita sekeluarga lagi ke Bandung, tapi datengnya gak barengan. Trus kita janjian mau ketemuan di Yoghurt Cisangkuy. Kebetulan di dekat Yoghurt Cisangkuy ada Museum Geologi yang selama ini sering banget saya lewatin dari jaman saya kuliah dulu, namun gak pernah saya datengin.

Nah kebetulan dari semenjak jaman kuliah di Bandung dulu tuh saya memang selalu penasaran sama Museum Geologi ini berhubung saya memang anaknya demen museum (;p). Tapi karena judulnya "Geologi" maka dulu itu saya pikir isinya hanya tentang batu-batuan saja. Buat saya topik "batu" gitu kurang menarik, dan lagipula jaman kuliah dulu mana kepikiran ngajak temen se-gank ke museum batu, yang ada kalau pergi sama teman se-gank ya jalan ke Dago Atas atau nongkrong di cafe/club sampe pagi buta malem hihihi..

Anyway, lanjut ke cerita saya, pas tau kita mau ngumpul di Cisangkuy yang notabene cuma 5 menit jalan kaki dari Museum Geologi, maka saya pun usul ke hubby K untuk mampir sebentar lihat-lihat Museum Geologi ini sebelum berkumpul di Yoghurt Cisangkuy dengan yang lainnya (demi menghapuskan rasa penasaran saya semata hehe). Kebetulan hubby K juga anaknya seneng museum, jadi dia oke-oke aja saya ajak ke museum batu-batuan ini (;p).

Berikut ini saya akan menceritakan seperti apa sih dalamnya Museum Geologi Bandung itu. Kali aja ada diantara kalian yang juga penasaran kaya saya dulu. Sering lewatin gedungnya tapi nggak pernah masuk hehe.. Dan ternyata isinya kaya gini nih ...

Oya, sebelumnya maaf ya for the poor quality pictures. Maklum ini kan perginya tahun lalu dan waktu itu masih pake hp yang lama jadi kualitas photo nya masih kurang gimana gitu deh hehehe



Nah, ini tampak depan Museum Geologi Bandung. Bagian luarnya sih oke ya, apalagi didukung oleh desain gedung dengan arsitektur lama ala Belanda, jadinya gedungnya terlihat otentik dari luar. Hubby K sempat foto-foto nih di pintu depannya. Oya disebelah kiri pintu utama ada souvenir shop nggak jauh dari situ. Sebagai seorang shopaholic sejati yang selalu harus punya cinderamata saya malah masuk duluan ke gift shop nya sebelum masuk ke dalam museumnya hihihi Tapi ternyata isinya nggak ada yang menarik. Tokonya juga kecil pisan jadinya pilihan gifts-nya terlihat hanya seadanya saja. Sayang banget sih, padahal kalo dikelola dengan manis pasti lumayan lah ada omzet, mengingat yang mengunjungi museum ini ternyata cukup ramai juga lho. Waktu saya kesana ada beberapa rombongan dari sekolah dan entah darimana lagi, yang sedang berkunjung ke museum. Saya pikir museum ini bakalan sepi, eh ternyata nggak juga..

Tiket masuknya sih murah kok, seperti harga tiket masuk museum lainnya di Indonesia, harga nya berkisar antara 3000-5000 rupiah saja (saya lupa tepatnya berapa tapi pokoknya sekitar itu lah). Menurut website resmi-nya, gedung Museum ini diresmikan pada 16 Mei 1929. Peresmian ini juga bertepatan dengan pembukaan kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-IV yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung. Gedung ini berfungsi sebagai perkantoran yang dilengkapi dengan sarana laboratorium geologi dan juga museum untuk menyimpan dan memperagakan hasil survei geologi. Awalnya dulu memang ada beberapa meteorites yang jatuh di daerah Bandung sehingga kemudian didirikanlah laboratorium geologi beserta museum-nya.

Begitu masuk melalui pintu utama gedung kita akan langsung disambut oleh instalasi kerangka fosil dinosaurus (kayanya sih sejenis Mammoth deh kalau dilihat dari taringnya - maaf saya lupa foto keterangannya waktu itu). Jadi ternyata di museum geologi ini nggak hanya ada batu-batuan mineral saja tetapi juga ada kerangka fosil (baik hewan dan tumbuhan).

Museum-nya terbagi menjadi beberapa ruangan tetapi karena saat itu museum sedang ramai jadi saya nggak bebas foto-foto karena terlalu banyak pengunjung. Yang saya ingat sih kalau dari pintu utama kita bisa bergerak ke ruangan-ruangan di sebelah kanan dan kiri, dan bisa juga naik ke lantai dua. Kalau lantai bawah difokuskan untuk display berbagai macam fossil hewan dan dinosaurus serta sejarah fosil tumbuhan, maka lantai dua adalah area khusus untuk display batu-batuan.


Berikut ini adalah beberapa foto ruangan display yang ada di lantai bawah :


Plang prasasti peresmian gedung di tengah tangga menuju lantai dua :


Berhubung saya senang sejarah dan senang dinosaurus jugak (hehe) jadi saya menghabiskan waktu paling lama ya di lantai bawah ini. Semua display saya bacain satu-satu (;p). Display dinosaurus juga ada yang dibuat replika-nya jadi tidak hanya tulang belulang saja isi display-nya. Sebenarnya isinya lumayan banyak, hanya saja informasi tiap display kurang detil khususnya di area fossil binatang besar, dan ruangannya kurang luas sehingga banyak display yang terlihat seperti hanya dikumpulkan di satu sisi begitu saja. Jadinya seperti terlihat "too crowded" display-nya sehingga agak sulit untuk lihat detil-nya. Kalau saja pengaturan display bisa lebih manis dan ruangan yang disediakan bisa lebih luas jadi kesannya display nggak saling tumpuk. But overall, yah lumayan lah ada yang bisa dilihat.

Di lantai dua, seperti yang saya bilang tadi, adalah tempat untuk display batu-batuan dan mineral alam. Walaupun ruangannya seluas lantai dasar namun ruangan yang dipakai untuk display di lantai dua ini hanya dua ruangan di sisi kiri dan kanan tangga saja, sementara area tengah tepat di depan tangga hanyalah ruangan kosong. Mungkin sedang tahap renovasi dan mudah-mudahan kedepannya segera dirombak dan diperbaiki sehingga lebih menarik lagi.


 Suasana di Lantai dua museum :


Suasana yang lebih "modern" di lantai dua :


Di area batu-batuan dan mineral ini saya yang tadinya sempat pesimis karena nggak suka batu-batuan akhirnya jadi menghabiskan waktu lumayan lama juga di lantai dua ini. Hal ini dikarenakan adanya display interaktif yang modern yang menceritakan tentang bagaimana batuan terbentuk, juga bagaimana bisa terjadi tsunami, dan hal lain sebagainya yang menyangkut geologi dan bentuk bumi. Display di lantai dua ini juga lebih menarik dari lantai satu karena terlihat sudah di-update dengan teknologi interaktif dan visual display yang lumayan bikin saya yang tadinya gak tertarik jadi tertarik juga baca-baca tentang batu-batuan hehe

Area interaktif tersebut berada di satu ruangan, sementara di ruangan satunya lagi hanya ruangan display bebatuan saja. Tetapi secara visual display-nya cukup menarik dan keterangannya cukup lengkap. Sayangnya karena waktu itu terlalu ramai dengan banyaknya rombongan sekolah maka saya tidak dapat menikmati area display dengan nyaman. Dan nampaknya masih ada beberapa bagian yang sedang tahap renovasi juga sehingga membuat saya berharap museum ini akan lebih keren lagi nantinya.

Oya, jam buka museum adalah hari Senin-Kamis (jam 08.00 - 16.00) dan Sabtu-Minggu (jam 08.00-16.00). Museum tutup di hari Jumat dan hari libur nasional. So make sure kalau mau berkunjung jangan di hari Jumat yah ;)

Oya, di website Museum Geologi juga ada virtual tour nya loh! Jadi kalian bisa lihat seperti apa kira-kira dalamnya museum geologi ini. Click disini untuk ke website museum (dan scroll ke kanan bawah untuk virtual tour). Kalau dilihat dari foto-foto di websitenya sih kayanya ruangannya udah selesai di renov, yayy!


Jadi, worth it nggak ke museum geologi?
Ya kalau kamu suka museum sih lumayan lah buat nambah-nambah ilmu.
Kalau kebetulan ada jeda waktu sebentar yang nggak tau mau ngapain, bisa juga mampir kesini untuk sekedar ngisi waktu daripada bengong di pinggir jalan.
Tapi kalau nggak terlalu suka museum sih ya mending ke tempat hiburan lain aja, karena Bandung kan sekarang juga macet jadi perlu dihitung-hitung lah waktunya, apalagi kalau cuma sehari doang di Bandungnya ya kan?

Untuk review selanjutnya saya akan bahas tentang Dusun Bambu (walaupun udah telat yeh,udah nggak terlalu booming lagi kayanya hihihi). Tapi gapapa deh, itung-itung upload foto buat disimpen di dunia maya :)


So, see you in my next post !


Cheers,
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS