Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts

Jakarta - Jogja 3 Days Road Trip - (Itinerary)

Thursday, October 24, 2019



Beberapa waktu lalu saya dan hubby K memutuskan untuk pergi road trip ke Jogja. Dan ini adalah road trip pertama kali kami yang cuma pergi berdua. Biasanya kalau road trip seringnya rame-rame sama keluarga, atau kalau lagi pergi berdua biasanya naik pesawat atau kereta. Jadi kami belum pernah pergi road trip nyetir sendiri berduaan doang (kalau trip ke Bandung nggak dihitung ya karena walaupun naik mobil tapi jaraknya dekat). 

So akhirnya pada suatu weekend kami nekat road trip berdua doang sekalian nyobain jalan tol baru Cipali dan seterusnya yang menghubungkan Jakarta dengan kota kota besar di Jawa. Ini rencana semi mendadak sih sebenernya. Planningnya juga cuma seminggu sebelumnya karena memang idenya juga tercetus tiba-tiba hehe.. Tapi akhirnya jadi juga kita road trip ke Semarang, Magelang, dan Jogja.

Yup tiga kota itu adalah kota tujuan utama kami. Awalnya saya memang planning ke tiga kota tersebut karena memang niat mau ke Semarang sebagai kota istirahat pertama setelah menyetir di jalan tol dengan jarak yang jauh. Pikir-pikir kan sambil wisata kuliner di Semarang sebelum melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya. 

Rencana ini pun sebenarnya gagal karena ternyata jalan tol Cikampek yang saat itu sedang perbaikan dan dalam pembangunan mengakibatkan macet yang parah sekali. Kami berangkat jam 1/2 5 subuh dari rumah, dan 1/2 jam kemudian masa udah macet stuck di Cikampek?! Mau marah rasanya.. Macetnya parah sekali sampai 3 jam lamanya hanya untuk melewati Cikampek saja (yang kalau keadaan normal harusnya hanya butuh waktu 40 menit saja). Walhasil kami baru sampai di Semarang telat hampir 4 jam dari rencana semula, sehingga plan awal kami yang ingin berjalan-jalan wisata kuliner di Semarang pupus lah sudah, karena kami hanya punya waktu 2 jam saja di Semarang karena sudah harus langsung melanjutkan perjalanan ke Magelang agar tidak sampai terlalu larut malam di hotel yang sudah kami booking online.

Saya memang planning untuk menginap di Magelang sembari mengunjungi Borobudur yang memang terletak di Magelang, berhubung kami berdua terakhir ke Borobudur itu sudah lama banget (apalagi hubby K yang terakhir ke Borobudur waktu masih kecil katanya), jadi kami ingin mengunjungi Borobudur lagi karena kan sekarang sudah jauh lebih terawat dibanding terakhir kami kesana. 

Nah jadilah saya planning menginap di Magelang karena penginapannya lebih murah dari di Jogja. Di Magelang kami bisa dapat hotel yang buaguss banget sekelas resort, sementara di Jogja dengan harga yang sama kami "cuma" dapat kamar di hotel kecil yang biasa-biasa saja. Jadi itu adalah salah satu pertimbangan saya untuk menginap di Magelang supaya bisa berhemat di kamar (karena toh kami memang akan ke Borobudur anyway kan). Eh nggak taunya kalau dari Semarang lalu ke Magelang baru ke Jogja itu jalannya muter banget jalurnya, jadi waktu kami  malah habis kelamaan di jalan. Info ini baru kami dapat dari owner hotel kami di Magelang sewaktu kami berkesempatan mengobrol dengan beliau di sela sela waktu makan malam. Ternyata harusnya jalurnya akan lebih enak kalau kami dari Semarang langsung lanjut ke Jogja lalu baru ke Borobudur dalam one-day-trip. Dibanding jalur kami yang Semarang - Magelang - Jogja hehe.. Yah namanya juga road trip pertama, planning sih boleh boleh aja tapi kenyataan di jalan bisa jauh berbeda hehe..


Jadi hari pertama itu kami habiskan di Semarang dan langsung lanjut ke Magelang. Lalu hari kedua kami melanjutkan perjalanan ke Jogja. Dan hari ketiga kami full di Jogja sebelum pulang ke Jakarta. Benar-benar jadwal yang padat apalagi ditambah kemacetan tak terkira yang bikin waktu kami banyak habis di jalan dan berakibat panjang merusak sisa planning perjalanan kami. Jadinya kami tidak dapat mengunjungi semua tujuan dan objek wisata yang saya rencanakan sebelumnya karena kehabisan waktu. But it's okay, dibawa santai aja, kadang ketika liburan itu kenyataan memang tidak seperti yang direncanakan walaupun sudah diplanning sedemikian rupa. Tapi balik lagi, namanya juga liburan, kalau kenyataan di lapangan tidak bisa sesuai planning ya gak papa, tetep enjoy aja.. yang penting nikmati liburan, jangan jadi tergesa-gesa dan bete sendiri, ya nggak? (^_^)

Untuk cerita detail masing masing tempat yang kami berhasil kunjungi nanti akan saya ceritakan lebih lanjut di post berikutnya ya, siapa tau bisa jadi inspirasi yang ingin ke Jogja, Semarang, dan Magelang. Hari ini saya post itinerary-nya dulu aja supaya post-nya nanti agak sistematis dan lebih gampang carinya di blog ini hehe..

So ini adalah itinerary kami selama 3 hari road trip Java Overland (*ceritanya overland hihihi*) :


Day 1 : 
Jakarta to Semarang via tol
Lunch & Wisata Kuliner di Semarang
Tour Kota Lama di Semarang
Ngopi sore di Spiegel Semarang (cafe yang lokasinya di gedung tua)
Lanjut perjalanan Semarang to Magelang via non tol
Arrived di Semarang, check in Hotel


Day 2 :
Borobudur visit
Lanjut perjalanan Magelang to Jogja
Sate Klathak (tapi gak jadi karena penuh harus antri 2 jam)
Ladang Bunga Matahari di Bantul (sekitar 1 jam dari Jogja)
Arrived di Jogja langsung ke hotel untuk check in
Makan malam di Jejamuran (resto yang unik karena hanya jual segala macam makanan dari jamur)
Malioboro (tapi gak keburu)


Day 3 :
Prambanan visit
Jogja to Jakarta via jalan tol




PS : Selama kami road trip ini kami total nekat hanya mengandalkan google map dan waze. Walaupun disuruh lewat jalan kecil menembus desa dan melintasi area persawahan tapi kami tetap ikuti saja sesuai petunjuk Google Map, dan Alhamdulillah kami selalu sampai di tujuan. Bahkan ke semua restoran dan tempat wisata yang sudah saya planning di awal, kami selalu mengandalkan google map dan kami selalu sampai ke tempat tujuan walaupun kadang rute yang dianjurkan kadang meragukan karena lewat pelosok entah dimana, tapi kami selalu sampai di tujuan kok :) 
Tapi kami tidak pernah pergi malam hari supaya lebih aman. Kalau malam hari kami lebih memilih untuk jalan ke tempat di dalam kota saja dengan google map, jadi tidak perlu melewati sawah dan desa pelosok segala hehe. Dan satu lagi, jangan lupa Bismillah! :)


PSS : Untuk cerita detil masing-masing nya akan ada di post selanjutnya yaa !



Cheers & Happy Vacay!
 

Places : Hutan Pinus Gunung Pancar

Tuesday, July 2, 2019

Hellawww!!

Wadidawwww... ini blog udah kaya apaan aja nggak pernah ditengok ih. Janji janji palsu mau aktif nulis review tempat tempat yang dikunjungi eh taunya nggak pernah dibuka ini blog hehehe Maapkan yah pemirssahh...

Anyway, gara gara lagi planning rencana liburan jadinya akhir akhir ini jadi sering baca blog orang yang nulis tentang liburan. Dan gara gara baca-baca itulah jadi ada semangat lagi mau nulis pengalaman di blog sendiri juga, itung itung bersihin debu di blog ini hehehe...

Langsung aja yah, kali ini mau cerita tentang Hutan Pinus Gunung Pancar :



Jadi waktu itu iseng aja pengen main ke yang nggak jauh dari Jakarta tapi suasananya beda. Antara mau ke Bogor atau ke Hutan Mangrove di PIK, tapi akhirnya memutuskan untuk ke Sentul aja karena banyak cafe lucu ternyata di Sentul hehe..

Pagi pagi kita meluncur ke Sentul lewat tol Jagorawi, dan jalanan lancar jaya karena weekend. Begitu sampai Sentul kita langsung cari cafe untuk sarapan. Awalnya sih kita langsung meluncur ke Popolo Cafe yang lokasinya di depan Taman Budaya Sentul, eh taunya nggak dapet parkir disitu karena sepertinya lagi ada banyak rombongan dan banyak bis yang lagi ke Taman Budaya, yang mengakibatkan kami nggak dapat parkir walaupun udah muter dua kali keluar masuk parkiran. 

Akhirnya memutuskan untuk ganti lokasi ke Anthology Cafe yang letaknya nggak jauh. Ini cafe juga lucu dan suasananya bikin beda (review menyusul yak!). Saking asiknya suasana di Anthology kita gak sadar ternyata udah menghabiskan waktu cukup lama disitu, keburu mau siang deh. Seteleh sadar bahwa hari sudah makin siang maka sehabis ngopi di Anthology kita langsung naik ke arah atas Sentul menuju Hutan Pinus Gunung Pancar.



Cari jalan ke arah Hutan Pinus Gunung Pancar tinggal pakai aplikasi google maps atau Waze aja. Ikutin jalan yang memang melewati area perkampungan warga lokal, terus menanjak menuju kearah atas. Jadi di Sentul ini ada area hutan rakyat gitu, namanya Gunung Pancar. Nah hutan pinus tempat saya foto foto ini letaknya di depan gerbang masuk Gunung Pancar. Jadi nggak masuk ke dalamnya ya alias cuma di pinggir jalan aja ini hihihi ...

Tapi walaupun cuma di pinggir jalan udah keliatan serasa di hutan kaann tuh foto fotonyaa? Ya kaann? hhihihiii...

Nah tapiiii... kalau kalian mau lebih puas lagi foto fotonya atau pengen nikmatin suasana alam dan hutan pinus benerannya ya kalian tinggal terusin aja masuk gerbang gunung Pancar terus naik ke atas. Masuknya bayar tapi murah kok. Kata teman saya yang udah pernah kesana dan kalau lihat dari website nya sih di dalam hutan gunung Pancar itu bagus dan sudah tertata rapi, ada area perkemahan (dari Camping sampai Glamping juga ada), layout jalan dan area publik serta fasilitas publik juga lengkap, dan ada spot foto foto juga lho, lengkap dengan hammock susun yang digantung diantara dua batang pohon segala (ala-ala instagrammable gitu lah ceritanya).

(Pics source: www.gunungpancar.com)


Nampak seru ya?

Sementara kalau tempat saya foto-foto ini letaknya tepat sebelum gerbang masuk pertama, itu di sebelah kiri nya ada parkiran besar yang ada warung warung indomie hehe. Nah kita parkir disitu karena ngeliat di pinggir jalan aja itu udah hutan pinus tinggi tinggi banget. Dan ada jalan setapak yang bisa dimasukin warga lokal untuk ke hutan. Kita masuknya dari situ guys, jadi dari pinggir jalan raya banget hehe.. Yah karena keperluannya emang cuma mau foto foto diantara hutan pinus (dan saat itu hari udah beranjak panas) jadi kita sih ngerasa cukup aja masuk dari pinggir jalan, dan nggak masuk sampai ke hutan gunung Pancar beneran-nya.

Ini sebenernya antara mau hemat nggak bayar masuk karena cuma untuk foto atau males masuk ke dalam hutan benerannya karena outfit lagi nggak pas buat dipake jalan di hutan (wong outfit ala turis gitu bukan ala pecinta alam 😅). 

Jadi kalau kalian mau totalitas atau memang mau enjoy suasana gunung dan hutan nya sih saya saranin terus masuk melalui gerbang berbayar-nya, kalau di pinggir jalan kaya saya foto ini ya nggak ada apa apa soalnya, cuma pohon pohon aja, dan nggak ada jalur rute musti kemana di dalam hutan nya gitu loh, nanti malah nyasar kan serem, jadi mending masuk aja ke hutan beneran nya. Kali ini berhubung eyke cuma mau foto dan outfit ga pas (+ sepatu licin) jadi ini foto pinggir jalan aja udah puas sih eyke rasanya hehe..



Buat kalian yang tinggal di Jakarta main ke daerah Sentul juga asik loh. Selain ada hutan pinus dan area camping di hutan ini di Sentul juga ada cafe-cafe dan tempat makan lucu yang beda suasana sama di Jakarta. Untuk pilihan aktifitas keluarga ada Taman Budaya Sentul dan Jungle Land, dan ada Air Terjun alami juga di Sentul (search di google map). Ada penginapan yang lumayan cakep juga di seputaran Sentul (saya ngincer pengen nginep di Edensor 😊). Lumayan lah buat yang penat sama kemacetan dan keruwetan Jakarta, pengen melipir yang bikin suasana beda tapi nggak mau jalan jauh-jauh, ke Sentul bisa jadi pilihan untuk weekend atau mini getaway. 

Cuss yang mau cari suasana baru daripada weekend di rumah aja, atau mau ajak keluarga ke hutan pinus langsung search di google maps : "Hutan Pinus Gunung Pancar" yaa...



Hutan Pinus Gunung Pancar
web : https://www.gunungpancar.com/





Cheers,

Places : Dusun Bambu & Dinner at The Peak - Bandung

Sunday, November 27, 2016


Okay, melanjutkan postingan Bandung 1-Day-Trip saya yang telat setahun ini (*oopss!*), kemarin saya udah bahas tentang kunjungan singkat kami ke Museum Geologi Bandung. Dan hari ini saya mau bahas (tepatnya mau upload foto di dunia maya biar gak ilang fotonya hehe) tentang kunjungan saya ke Dusun Bambu yang kala itu lagi nge-trend (;p).

Berhubung ini cerita dari setahun lalu jadi mohon maaf apabila udah rada basi yah ceritanya hihihi Sekarang juga kayanya Dusun Bambu udah nggak terlalu hyped lagi yah (sekarang yang lagi hype itu Farm House Lembang yang nanti akan saya ceritakan juga kok di blog ini, so please subscribe! hehe).

Anyway, karena waktu itu Dusun Bambu lagi hyped maka suasananya lumayan ramai sama pengunjung waktu saya kesana. Lokasinya sih masih rada jauh dari simpang terminal Ledeng / Sersan Bajuri, masih nanjak terus lagi ke arah atas. Plang penunjuk jalan ada di sepanjang jalan menuju Dusun Bambu, jadi tinggal ikutin aja plang-nya. 

Sampai di area Dusun Bambu kita segera cari parkir (area parkir-nya cukup luas tapi kalau pas lagi ramai dan padat kaya saya waktu itu ya berebutan parkir juga akibatnya). Selesai dapat parkir kita bisa membeli tiket di area masuk. Saya cek di website sekarang harga tiketnya IDR 15,000 (anak di bawah usia 3 tahun gratis). 

Di area masuk tersebut kita langsung berhadapan dengan pemandangan sawah buatan yang cukup indah, lengkap dengan bangunan rumah-rumah kecil di kejauhan (yang kalau nggak salah sih itu rumah penginapannya deh *cmiiw*). Langsung seneng lihat sawah, ijo royo-royo seger :D



Area Dusun Bambu nya sendiri letaknya masih ke atas lagi. Dari area parkir menuju ke arah atas kita bisa memilih untuk jalan kaki sambil menyusuri sawah (atau kalo seneng avonturir dikit jalan lewat pematang sawah juga bisa - kaya saya waktu itu - sambil ketakutan karena takut dikejar soang yang lagi jalan di sawah ;p). Atau kalau malas jalan kaki (karena jalannya nanjak bok!) bisa pilih naik mobil wara wiri yang disediakan oleh pihak Dusun Bambu khusus untuk mengantar pengunjung dari/ke Dusun Bambu - area parkir. Mobil yang disebut "ontang-anting" ini gratis karena sudah termasuk dalam tiket yang kita bayarkan tadi.

Dengan mobil ontang anting ini kita akan diantarkan tepat ke depan gerbang area Dusun Bambu, yang tampil dengan tangga bebatuan yang rimbun, dan kalau malam hari dihiasi lampu-lampu cantik. Dusun Bambu ini merupakan tempat wisata alam yang terletak di kaki Gunung Burangrang, Cisarua Lembang. Menyajikan area wisata yang dilengkapi dengan restaurant, villa dan fasilitas lainnya seperti pusat jajanan dan oleh-oleh, danau buatan, serta outdoor open space dengan taman cantik yang dibelah oleh aliran air seakan-akan seperti sebuah sungai kecil di tengahnya.

Disini selain disediakan penginapan juga ada pilihan camping. Pilihan restorannya bisa di Burangrang cafe yang menawarkan pemandangan yang indah dengan pilihan area duduk di upper deck yang terbuka, atau Lutung Kasarung dengan sensasi makan di dalam "sangkar burung" di atas pohon :)

(Burangrang Cafe photo via VisitLembang.com)
(Lutung Kasarung Resto photo via website Dusun Bambu)

Ada juga pilihan makan di Purbasari Restoran dengan model lesehan sambil duduk di bangunan berbentuk rumah kecil di pinggir danau. Pengen juga kapan-kapan saya nyobain makan disitu deh, kayanya lucu buat foto-foto hehehe...

(Purbasari Restaurant photo via VisitLembang.com)
(Camping ground photo via VisitLembang.com)

Anyway, hal pertama yang kami lakukan waktu itu adalah melihat danau buatan yang ada di depan gedung restoran. Begitu masuk langsung keliatan kok danau-nya. Danau ini dikelilingi oleh bangunan berbentuk rumah-rumah kecil yang tadinya saya pikir itu disewakan untuk menginap, taunya itu area makan untuk restoran Purbasari ;)

Di danau buatan juga ada penyewaan kano (berbayar). Waktu itu adik ipar saya naik kano bersama anaknya mengelilingi danau, tentu saja didampingi oleh petugas kano-nya. Danaunya sih tidak begitu besar jadi kelilingnya juga nggak begitu lama. Seusai bermain kano dan melihat-lihat danau kami pun jalan-jalan mengelilingi area Dusun Bambu yang sebenarnya sih tidak terlalu luas juga, tapi sangat rimbun dan penuh dengan taman cantik serta tanaman hijau dimana-mana. Ditambah view Gunung Burangrang dan udara segar pegunungan yang membuat tempat ini cukup oke buat buang stress. Sayangnya karena waktu itu terlalu ramai jadi saya tidak bisa full menikmati pemandangan di sekitar. Kalau saja waktu itu suasananya sedang sepi dan tidak begitu ramai saya yakin pasti tempatnya sangat indah, kurang lebih idealnya seperti di foto ini nih :

(photo via website Dusun Bambu)

Sementara in-real-life nya begini nih waktu saya kesana pas musim liburan dan pas lagi hyped (;p) :


Tapi lumayan lah, nikmatin hijau-hijau segar di sekeliling kita yang susah banget didapat di Jakarta. Puas-puasin deh hirup udara minim polusi di pegunungan, our lungs would be thankful :)

Yang bikin cantik juga karena ada semacam little creek di tengah-tengah taman, berasa lagi di pinggir kali di pedesaan hehe. Saya juga lihat ada beberapa area permainan anak di sekitar taman terutama di dekat gedung restoran. Kalau buat keluarga sih tempat ini layak banget dikunjungi karena anak-anak biar mengenal alam dan buat orang tua yang sepuh juga pasti senang lihat pemandangan bagus nan hijau seperti di Dusun Bambu ini.  

Selepas berjalan-jalan keliling area taman Dusun Bambu kami pun memutuskan untuk mencari makan. Pilihan kami jatuh ke area foodcourt yang menyajikan banyak pilihan stand makanan serta pusat oleh-oleh dan jajanan. Kalau di area foodcourt ini sistemnya pakai kartu, jadi kita beli kartu dulu di kasir dan nanti dengan kartu itu baru kita bisa beli makanan di stand. Makanannya sih lumayan yah, tapi yang pasti tempatnya enak apalagi kalau pilih duduk di bagian luar, karena anginnya segar dan pemandangannya bagus.


Di tempat pusat oleh-oleh saya nggak beli apa-apa cuma beli minuman yoghurt doang, tapi berhubung saya orangnya suka gak tahan liat gift shop maka tebak apa yang saya beli di gift shop? Jauh-jauh ke Lembang yang saya beli malah stationary berupa sticker lucu sama tensoplast motif nautical/sailor ! hahahaha ...

Anyway, karena sedang ramai jadi saya nggak sempat jalan-jalan ke area Lutung Kasarung yang modelnya sangkar burung itu (padahal pengen foto-foto di jembatan gantung nya). Tapi kita cukup betah sih menghabiskan waktu di Dusun Bambu walaupun saat itu lagi ramai. Entah lah, tempatnya bikin pewe aja sih kata saya.. Dan karena suasananya yang enak dan bikin betah itu akhirnya nggak terasa kami berada disana sampai malam hari.


Berhubung langit sudah gelap maka kami pun bergegas beranjak dari Dusun Bambu untuk menuju tempat makan malam pilihan kami saat itu yaitu The Peak.

Sebenarnya dulu waktu jaman kuliah di Bandung saya udah pernah ke The Peak beberapa kali tapi ternyata udah lupa lagi jalannya hahaha Untungnya kita nyampe juga sih ke The Peak. Buat yang belum tahu, The Peak ini adalah sebuah cafe & resto yang letaknya di atas perbukitan Lembang. Karena letaknya yang tinggi di atas bukit maka cuaca disini selalu dingin, apalagi biasanya kita memilih untuk duduk di area semi terbuka yang langsung menghadap pemandangan kota Bandung di waktu malam yang penuh kerlap kerlip lampu. 

(photo via tempatwisatadibandung.com)

Karena sebelumnya kita baru aja late lunch di Dusun Bambu jadinya di The Peak ini kita cuma ngemil aja karena masih kenyang. Kalo nggak salah waktu itu saya dan K cuma pesen pancake sama satu poci teh hangat deh, tapi teh nya nggak lama langsung dingin aja dong saking dinginnya udara hihihi

Kita juga nggak lama-lama di The Peak karena kedinginaaaann hahaha Padahal waktu itu saya udah pake sweater wool/cashmere lengan panjang + daleman tanktop ditambah puffy vest hitam tebal Gap andalan saya buat udara dingin, eh masih tembus aja lohh dinginnya. Emang waktu itu pas lagi dingin banget sih, mungkin karena pas masih musim hujan kali ya jadi extra dingin huhuhu


Overall, kalau lagi nggak ramai Dusun Bambu worth it lah buat dikunjungi, apalagi kalau bawa keluarga. Pengen juga nyobain nginep disana atau camping/glamping sekalian, soalnya pemandangannya bagus dan hawa-nya juga enak seger banget diantara pegunungan dan rimbun pepohonan gitu. Kayanya nowadays karena udah nggak terlalu hyped lagi mungkin justru sekarang lah saatnya yang tepat untuk kunjungi Dusun Bambu, karena pasti udah nggak serame dulu kan jaman masih hyped banget karena baru buka. Malah enakan pergi ke Dusun Bambu sekarang-sekarang ini kalo kata saya hehe

So, kalau mau kesana siapin aja syal atau jaket ekstra terutama buat anak anak karena semakin malam pastinya udaranya akan semakin dingin. Buat yang mau romantis-romantisan juga bisa makmal di The Peak. Kalau mau pilih makan di area semi terbuka nya jangan lupa pake jaket agak tebal karena kalau udara lagi dingin (misal abis ujan) bisa dingin buanget hawa-nya. Kalau mau aman ya pilih makan di dalam aja. Di lantai dua juga enak bisa lihat city view dari jendela besarnya. Siapa tau dapet inspirasi kan? (^o^).


dapet salam dari bunga cantik !



Klik disini untuk lihat itinerary Bandung 1-Day-Trip with Family
Atau klik disini untuk lihat itinerary Bandung-1-Day-Trip with Friends


Oya, buat yang masih setia follow blog ini, tungguin yah, I have a long list of posts to be written hehehe... Mulai dari review The Farm House Lembang, Toko Organic Bandung, review Hotel Sanghyang Anyer, review Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta, cerita & itinerary Singapore (lagih ;p), dan beberapa review kopi serta restoran n cafe yang masih ngendon di file komputer saya hehe ... So, please watch this space !


Cheers,

Places : Museum Geologi, Bandung

Saturday, November 26, 2016


Udah baca itinerary Bandung 1-Day-Trip saya di post yang ini kan? Nah post kali ini khusus membahas tentang Museum Geologi Bandung yang lokasinya di dekat Gedung Sate :)

Jadi waktu itu ceritanya kita sekeluarga lagi ke Bandung, tapi datengnya gak barengan. Trus kita janjian mau ketemuan di Yoghurt Cisangkuy. Kebetulan di dekat Yoghurt Cisangkuy ada Museum Geologi yang selama ini sering banget saya lewatin dari jaman saya kuliah dulu, namun gak pernah saya datengin.

Nah kebetulan dari semenjak jaman kuliah di Bandung dulu tuh saya memang selalu penasaran sama Museum Geologi ini berhubung saya memang anaknya demen museum (;p). Tapi karena judulnya "Geologi" maka dulu itu saya pikir isinya hanya tentang batu-batuan saja. Buat saya topik "batu" gitu kurang menarik, dan lagipula jaman kuliah dulu mana kepikiran ngajak temen se-gank ke museum batu, yang ada kalau pergi sama teman se-gank ya jalan ke Dago Atas atau nongkrong di cafe/club sampe pagi buta malem hihihi..

Anyway, lanjut ke cerita saya, pas tau kita mau ngumpul di Cisangkuy yang notabene cuma 5 menit jalan kaki dari Museum Geologi, maka saya pun usul ke hubby K untuk mampir sebentar lihat-lihat Museum Geologi ini sebelum berkumpul di Yoghurt Cisangkuy dengan yang lainnya (demi menghapuskan rasa penasaran saya semata hehe). Kebetulan hubby K juga anaknya seneng museum, jadi dia oke-oke aja saya ajak ke museum batu-batuan ini (;p).

Berikut ini saya akan menceritakan seperti apa sih dalamnya Museum Geologi Bandung itu. Kali aja ada diantara kalian yang juga penasaran kaya saya dulu. Sering lewatin gedungnya tapi nggak pernah masuk hehe.. Dan ternyata isinya kaya gini nih ...

Oya, sebelumnya maaf ya for the poor quality pictures. Maklum ini kan perginya tahun lalu dan waktu itu masih pake hp yang lama jadi kualitas photo nya masih kurang gimana gitu deh hehehe



Nah, ini tampak depan Museum Geologi Bandung. Bagian luarnya sih oke ya, apalagi didukung oleh desain gedung dengan arsitektur lama ala Belanda, jadinya gedungnya terlihat otentik dari luar. Hubby K sempat foto-foto nih di pintu depannya. Oya disebelah kiri pintu utama ada souvenir shop nggak jauh dari situ. Sebagai seorang shopaholic sejati yang selalu harus punya cinderamata saya malah masuk duluan ke gift shop nya sebelum masuk ke dalam museumnya hihihi Tapi ternyata isinya nggak ada yang menarik. Tokonya juga kecil pisan jadinya pilihan gifts-nya terlihat hanya seadanya saja. Sayang banget sih, padahal kalo dikelola dengan manis pasti lumayan lah ada omzet, mengingat yang mengunjungi museum ini ternyata cukup ramai juga lho. Waktu saya kesana ada beberapa rombongan dari sekolah dan entah darimana lagi, yang sedang berkunjung ke museum. Saya pikir museum ini bakalan sepi, eh ternyata nggak juga..

Tiket masuknya sih murah kok, seperti harga tiket masuk museum lainnya di Indonesia, harga nya berkisar antara 3000-5000 rupiah saja (saya lupa tepatnya berapa tapi pokoknya sekitar itu lah). Menurut website resmi-nya, gedung Museum ini diresmikan pada 16 Mei 1929. Peresmian ini juga bertepatan dengan pembukaan kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-IV yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung. Gedung ini berfungsi sebagai perkantoran yang dilengkapi dengan sarana laboratorium geologi dan juga museum untuk menyimpan dan memperagakan hasil survei geologi. Awalnya dulu memang ada beberapa meteorites yang jatuh di daerah Bandung sehingga kemudian didirikanlah laboratorium geologi beserta museum-nya.

Begitu masuk melalui pintu utama gedung kita akan langsung disambut oleh instalasi kerangka fosil dinosaurus (kayanya sih sejenis Mammoth deh kalau dilihat dari taringnya - maaf saya lupa foto keterangannya waktu itu). Jadi ternyata di museum geologi ini nggak hanya ada batu-batuan mineral saja tetapi juga ada kerangka fosil (baik hewan dan tumbuhan).

Museum-nya terbagi menjadi beberapa ruangan tetapi karena saat itu museum sedang ramai jadi saya nggak bebas foto-foto karena terlalu banyak pengunjung. Yang saya ingat sih kalau dari pintu utama kita bisa bergerak ke ruangan-ruangan di sebelah kanan dan kiri, dan bisa juga naik ke lantai dua. Kalau lantai bawah difokuskan untuk display berbagai macam fossil hewan dan dinosaurus serta sejarah fosil tumbuhan, maka lantai dua adalah area khusus untuk display batu-batuan.


Berikut ini adalah beberapa foto ruangan display yang ada di lantai bawah :


Plang prasasti peresmian gedung di tengah tangga menuju lantai dua :


Berhubung saya senang sejarah dan senang dinosaurus jugak (hehe) jadi saya menghabiskan waktu paling lama ya di lantai bawah ini. Semua display saya bacain satu-satu (;p). Display dinosaurus juga ada yang dibuat replika-nya jadi tidak hanya tulang belulang saja isi display-nya. Sebenarnya isinya lumayan banyak, hanya saja informasi tiap display kurang detil khususnya di area fossil binatang besar, dan ruangannya kurang luas sehingga banyak display yang terlihat seperti hanya dikumpulkan di satu sisi begitu saja. Jadinya seperti terlihat "too crowded" display-nya sehingga agak sulit untuk lihat detil-nya. Kalau saja pengaturan display bisa lebih manis dan ruangan yang disediakan bisa lebih luas jadi kesannya display nggak saling tumpuk. But overall, yah lumayan lah ada yang bisa dilihat.

Di lantai dua, seperti yang saya bilang tadi, adalah tempat untuk display batu-batuan dan mineral alam. Walaupun ruangannya seluas lantai dasar namun ruangan yang dipakai untuk display di lantai dua ini hanya dua ruangan di sisi kiri dan kanan tangga saja, sementara area tengah tepat di depan tangga hanyalah ruangan kosong. Mungkin sedang tahap renovasi dan mudah-mudahan kedepannya segera dirombak dan diperbaiki sehingga lebih menarik lagi.


 Suasana di Lantai dua museum :


Suasana yang lebih "modern" di lantai dua :


Di area batu-batuan dan mineral ini saya yang tadinya sempat pesimis karena nggak suka batu-batuan akhirnya jadi menghabiskan waktu lumayan lama juga di lantai dua ini. Hal ini dikarenakan adanya display interaktif yang modern yang menceritakan tentang bagaimana batuan terbentuk, juga bagaimana bisa terjadi tsunami, dan hal lain sebagainya yang menyangkut geologi dan bentuk bumi. Display di lantai dua ini juga lebih menarik dari lantai satu karena terlihat sudah di-update dengan teknologi interaktif dan visual display yang lumayan bikin saya yang tadinya gak tertarik jadi tertarik juga baca-baca tentang batu-batuan hehe

Area interaktif tersebut berada di satu ruangan, sementara di ruangan satunya lagi hanya ruangan display bebatuan saja. Tetapi secara visual display-nya cukup menarik dan keterangannya cukup lengkap. Sayangnya karena waktu itu terlalu ramai dengan banyaknya rombongan sekolah maka saya tidak dapat menikmati area display dengan nyaman. Dan nampaknya masih ada beberapa bagian yang sedang tahap renovasi juga sehingga membuat saya berharap museum ini akan lebih keren lagi nantinya.

Oya, jam buka museum adalah hari Senin-Kamis (jam 08.00 - 16.00) dan Sabtu-Minggu (jam 08.00-16.00). Museum tutup di hari Jumat dan hari libur nasional. So make sure kalau mau berkunjung jangan di hari Jumat yah ;)

Oya, di website Museum Geologi juga ada virtual tour nya loh! Jadi kalian bisa lihat seperti apa kira-kira dalamnya museum geologi ini. Click disini untuk ke website museum (dan scroll ke kanan bawah untuk virtual tour). Kalau dilihat dari foto-foto di websitenya sih kayanya ruangannya udah selesai di renov, yayy!


Jadi, worth it nggak ke museum geologi?
Ya kalau kamu suka museum sih lumayan lah buat nambah-nambah ilmu.
Kalau kebetulan ada jeda waktu sebentar yang nggak tau mau ngapain, bisa juga mampir kesini untuk sekedar ngisi waktu daripada bengong di pinggir jalan.
Tapi kalau nggak terlalu suka museum sih ya mending ke tempat hiburan lain aja, karena Bandung kan sekarang juga macet jadi perlu dihitung-hitung lah waktunya, apalagi kalau cuma sehari doang di Bandungnya ya kan?

Untuk review selanjutnya saya akan bahas tentang Dusun Bambu (walaupun udah telat yeh,udah nggak terlalu booming lagi kayanya hihihi). Tapi gapapa deh, itung-itung upload foto buat disimpen di dunia maya :)


So, see you in my next post !


Cheers,

Bandung 1 Day Trip with Family - (Itinerary)

Friday, November 25, 2016

Oh hello !
Long time no see ...

Iyaaaah udah beberapa bulan lamanya gak pernah nulis di blog ini lagi huhuhu Udah banyak banget cerita yang numpuk dan ngantri untuk ditulis sebenernya, tapi apa daya, kemalasan mengalahkan logika hehe

Anyway, saya juga baru aja mention di blog saya yang satu lagi "Two Thousand Things" tentang kenapa beberapa bulan belakangan ini saya jarang update blog. Well, alasannya sebenarnya sederhana. Mungkin karena saya belum menemukan mood yang tepat dan semangat juga rasanya berkurang setelah ditinggal ayah saya untuk selama-lamanya pada bulan Juni lalu. Iya ayah saya baru saja meninggal pada bulan Juni lalu, dan belum habis air mata saya lalu dua bulan setelahnya paman saya juga meninggal dunia, padahal paman saya ini juga sudah saya anggap seperti ayah sendiri. Jadinya saya sedih banget dan ngerasa terus dirundung oleh kemalangan, maka hilang lah semangat untuk nge-blog. Sempet kaya depresi sebenernya, apalagi baru-baru ini pun saya dikejutkan oleh berita salah satu teman blogger saya yang meninggal dunia di usia yang sangat muda. Saya jadi tambah parno-an dan sering banget kumat tuh si panic attack. Boro-boro inget mau update blog, ngurusin kerjaan rumah sehari-hari aja suka terbengkalai. Sosialisasi juga mandek karena saya sempet takut keluar rumah karena tiap nyetir kok jadi deg-2an terus dan tegang sepanjang jalan. Akhirnya kalau pergi musti sama suami deh biar nggak usah nyetir sendiri. 

Ah tetapi insya ALLAH masa-masa galau itu mulai berlalu. Sekarang keadaan saya berangsur-angsur makin membaik dan back to normal. Makanya menjelang tahun baru ini saya pun menyemangati diri saya sendiri supaya lebih kuat dan ikhlas dalam menjalani hidup. Hey, life must go on no matter what happens... Karena justru pengalaman hidup itu yang membuat kita semakin kuat ke depannya. Dan mau gak mau ya harus dijalani kan?

Nanti kalau saya sudah kuat saya bakal curhat panjang disini tentang almarhum ayah saya dan juga tentang kucing kesayangan kami (dan favorit ayah saya) si Bleki yang mati duluan sekitar 3 bulan sebelum ayah saya. Mungkin Bleki mau nungguin kali ya disana jadi dia jalan duluan... Ah entahlah, ... but anyway he was the oldest cat we ever had in our home. Umurnya mungkin sekitar 9 tahun when he died. Quite old. But he was tough until the end. And he died in my parent's kitchen (*sedih*).

Udah ah, jangan cerita yang sedih-sedih dulu, nanti gue kebawa suasana nih huhuhu Ya wes, sekarang cerita waktu jalan-jalan ke Bandung waktu kapan itu aja deh. Udah lama sih ke Bandung nya tapi karena udah terlanjur foto-foto kan sayang juga kalau nggak "disimpan" di dunia maya, jadi ya... here it goes ... 

---------------------------------


Okay, sebenarnya saya lumayan cukup sering ke Bandung karena jaraknya dekat dengan Jakarta, dan kebetulan keluarga besar hubby K memang tinggal di Bandung. Tapi walaupun sering ke Bandung kita jarang jalan-jalan loh, seringnya cuma stay di tempat saudaranya hubby K aja, ngumpul sama keluarga. Kalaupun mau keluar jajan palingan cuma yang deket-deket aja kaya ke martabak San Fransisco, Burangrang, Mie Linggarjati, dan paling banter ke PT.Rasa, atau ke Kalipah Apo. Tapi pernah juga suatu saat kebetulan kita punya waktu lumayan banyak buat muter-muter. 

Dan berikut ini kurang lebih adalah jadwal saya waktu itu :
  1. Pagi sampai di Bandung dengan mobil. Langsung cari sarapan (biasanya kalo nggak sarapan kupat tahu Burangrang atau sarapan di PT. Rasa - ada bubur, laksa, kue-kue tradisional & eropa, dll).
  2. Seusai sarapan bisa mampir ke F.O dulu (favorit saya sih di Blossom di Jl. Juanda / Dago tapi kayanya sekarang udah nggak ada deh alias udah dibongkar huhuhu). Alternatif lain bisa di Jl. Riau (Heritage atau F.O lain di sekitarnya), atau bisa juga sekalian di Jl. Setiabudi menuju ke arah Lembang (Rumah Mode) - kalau yang ini mungkin bisa nanti siangan sekalian ke arah Lembang / Sersan Bajuri.
  3. Mengunjungi Museum Geologi Bandung yang letaknya di dekat Gedung Sate.
  4. Ngemil / Makan siang di Yoghurt Cisangkuy atau restoran sekitarnya. PS: Yoghurt Cisangkuy bisa ditempuh hanya 5 menit berjalan kaki dari Museum Geologi.
  5. Menjelang sore seusai makan siang lanjut ke arah Lembang, tepatnya belok ke arah Jl. Sersan Bajuri menuju Dusun Bambu (pilihan lain: Floating Market, The Farm, De Ranch di Lembang).
  6. Makan malam di The Peak yang lokasinya tidak begitu jauh dari Dusun Bambu. Pilihan lainnya : Kampung Daun, Kampung Sapu Lidi.


Biar lebih gampang, saya singkat menjadi itinerary seperti di bawah ini yaa.. Dan untuk review serta cerita detilnya silahkan klik masing-masing link di bawah ini, karena post ini isinya hanya list itinerary saja, siapa tahu bisa dicontoh atau menginspirasi kalian yang mau 1-Day-Trip ke Bandung seharian penuh :)


Bandung 1-Day-Trip itinerary


Bonus extra foto waktu shopping di Blossoms (yang sekarang udah nggak ada, hiks)



Cheers and Happy Vacay !

Hotel Review : Camp Hulu Cai

Friday, January 29, 2016

Warning: Lots of high-res photos !


Pada awal bulan January 2016 ini, tepatnya tanggal 2-3 January kemarin keluarga besar saya mengadakan liburan kompak ke Camp Hulu Cai. Sebenarnya ini niatnya liburan akhir tahun tapi berhubung tanggal segitu udah keburu full booked dan kami udah ngebet banget pengen ke Camp Hulu Cai ini jadinya kami tetap berangkat tgl 2-3 January bukan pas tahun baru. 

Proses menginap di Camp Hulu Cai ini makan waktu cukup panjang, ditambah ada drama double-booking yang bikin pusing, namun pada akhirnya kami pun berhasil menginap di tempat ini. Seperti diceritakan sebelumnya disini, saat kami sedang survey ke Puncak pada bulan November lalu, kami sempat mampir ke Camp Hulu Cai ini dan langsung naksir banget sama tempat-nya, namun saat itu Camp ini sudah penuh dan full booked - padahal saat itu masih bulan November. Kami pun harus memesan dua bulan sebelumnya saking larisnya tempat ini. Camp Hulu Cai ini memang sepertinya langganan outing/outbound untuk perkantoran karena fasilitas nya yang memang mendukung untuk outing grup.

Lokasinya cukup nyaman karena nggak sampai Puncak, jadi nggak perlu macet-macetan di jalan raya Puncak (sekarang Puncak macet bener eymss..). Letaknya sebenarnya masih di area Tapos situ, daerah Ciawi-Bogor. Karena saya manusai biasa dan bukan google map jadi kalau penasaran mending langsung buka website nya aja ya biar ada gambaran lokasi nya hehe.

Area-nya luas buangett ngett... hampir seperti sebuah desa kecil saking luasnya (Beneran, nggak bohong!). Saking luasnya mereka menyediakan mobil wara-wiri alias mobil penumpang yang bisa dipakai gratis untuk explore seluruh kawasan Camp Hulu Cai ini.

Selain itu di area yang luas ini juga terdapat fasilitas umum yang gratis dipakai tamu menginap seperti misalnya kolam renang, area outbound anak-anak yang luas dengan permainan yang menarik, adventure outbound dengan flying fox, Rappeling, bahkan sampai mini rafting di dalam area Camp Hulu Cai. Iya, semuanya bisa dilakukan di dalam area Camp Hulu Cai, nggak perlu sampai keluar area Camp.

Area outbound anak-anak dengan permainan yang seru
Ruang karaoke pribadi hehehe
Area Cafe di dekat Lobby, di tengah rimbunnya "hutan"
Area Lobby depan
Mobil wara-wiri yang disediakan pihak Camp
Motor, sepeda, dan kayak (?) yang bisa disewa
Lapangan bola


Enaknya kalau menginap disini itu sistemnya paket. Jadi kita menyewa satu villa atau satu cabin isi sekian orang. Jadi hitungannya bukan per kepala, kecuali ada tambahan orang diluar paket menginap. 

Harga paket sudah termasuk biaya sewa villa/cabin/kamar, free meals 3 hari sekali (plus tambahan snack kalau nggak salah), free outbound, free fasilitas umum (kolam renang, lapangan basket, taman bunga, dll), dan juga dapat free karaoke. Termasuk juga free penggunaan Amphitheater terbuka kalau kita mau pakai (biasanya kantor suka ada acara di panggung, nah panggung amphitheater ini bisa kita pakai).

Trus free apalagi ya? Pokoknya semua all-in deh. Jadi kita nggak usah pusing lagi ngurusin makan dan lainnya. Tinggal terima jadi aja. Semua kebutuhan kita bisa didiskusikan terlebih dahulu sama pihak Camp Hulu Cai. Setiap grup yang menginap akan di-assign seorang staff yang akan meng-akomodir kebutuhan kita selama di camp. Nah, sama staff ini kita bisa nego macem-macem deh, misalnya minta bonus free apa kek gitu hehe

Yang bikin saya jatuh cinta itu lingkungan areal Camp Hulu Cai yang masih asri banget, bahkan beberapa bagian nampak masih seperti hutan karena rimbun banget dan dijaga keaslian dan keasriannya. Saya memang lebih suka hutan/gunung daripada pantai, jadi saya jatuh cinta banget sama tempat ini.

 


Awalnya kita mau sewa villa yang paling besar (Villa Jati) yang terdiri dari 2 tingkat dengan dua buah kamar tipe cabin dengan multiple bunkbed di bagian atas + beberapa kamar biasa di bagian bawah. Oya, jangan bayangin ini seperti villa di Puncak gitu ya karena villa disini nggak ada ruang tengah / ruang tamu / dapur nya seperti layaknya rumah biasa. Tiap bangunan hanya ada kamar-kamar dan area terbuka dengan beberapa meja makan yang diperuntukkan sebagai area makan bersama. 

Kebetulan kami sekeluarga besar ada sekitar 20-30 orang yang ikut. Karena kami gagal menyewa villa terbesar di Camp Hulu Cai yang namanya Villa Jati (dikarenakan kesalahan double-booked oleh pihak Camp Hulu Cai sendiri) maka kami diberikan pengganti menginap di cluster yang terdiri dari beberapa kamar dan dua buah cabin isi 10 bunk bed tingkat (dengan beberapa bonus ganti rugi tentunya). Di depan cluster kami juga ada area makan dengan tenda besar yang kuat menangkis hujan deras yang turun kala itu.

Jarak antara satu villa / cabin dengan lainnya rata-rata berjauhan, jadi kalau kita datangnya satu grup tidak akan mengganggu grup lain dan begitu juga sebaliknya. Bentuk penginapan disini agak unik. Karena kebanyakan untuk meng-akomodir grup jadi di Camp Hulu Cai ini lebih banyak bangunan penginapan berbentuk cabin. Isinya ada yang model kamar, ada juga yang model bunkbed - satu cabin berisi 10 bunkbed (tempat tidur tingkat). Jadi seperti di asrama tapi asrama keren hehehe. Cocok banget untuk group atau untuk keluarga besar seperti saya.

Villa
Cluster
Cabin model bunkbed, seru!
Kamar biasa (foto diambil dari website Camp Hulu Cai)
Area makan di depan cluster/villa

Overall, kami sangat menikmati menginap disini, karena suasananya agak berbeda dengan villa/ penginapan yang biasa kami inapi sebelumnya. Pagi harinya kami sekeluarga jalan pagi menyusuri taman bunga dan areal Camp Hulu Cai. Malamnya kami bikin api unggun di depan cabin sambil bakar jagung dan singkong (tempat api unggun pun disediakan oleh Camp). Tadinya kami juga sudah ada plan untuk permainan team building yang akan dipandu oleh pihak Camp namun sayangnya selama kami disana hujan turun terus, jadi waktu untuk team building keluarga terpaksa ditiadakan. Gantinya, kami karaoke sepuasnya di ruangan depan cabin yang disulap jadi ruang karaoke pribadi oleh pihak Camp hehehe.


I really recommend this place terutama untuk outbound / outing kantor maupun grup keluarga yang ingin lebih mendekatkan lagi hubungan kekeluargaannya. Pihak Camp Hulu Cai dapat menampung semua ide dan keinginan yang kita mau, semisal: para bapak-bapak di keluarga saya biasanya suka pergi memancing. Pihak Hulu Cai membantu dengan menyediakan kolam pancing berikut ikannya untuk dipancing para bapak-bapak hehehe Thank you for the great service Team Hulu Cai !



Untuk info yang tidak ada disini atau info yang lebih mendetil, please visit their website instead:

www.camphulucai.com
Jalan Veteran III, Desa Tapos, Ciawi, Bogor, Jawa Barat 16164, Indonesia




Dapet salam dari keluarga besar saya:

Dan dari kangmas tuxedo :


Selamat Berlibur!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS