Showing posts with label Cafe and Tea House. Show all posts
Showing posts with label Cafe and Tea House. Show all posts

#CafeHunter : Dirgahayu Indonesia di "Bukan Ruang"

Monday, August 19, 2019

Selamat hari kemerdakaan ! 
Dirgahayu Indonesia ku!


Tanggal 17 Agustus kemarin kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 74.  Jadi inget waktu kecil suka ikut lomba 17-an di kompleks. Dari lomba tradisional sampai lomba yang semi modern seperti lomba hias sepeda dan ikut pawai hihihi..

Tapi sekarang setelah beranjak dewasa semakin besar rasa nasionalisme di dalam diri. Sometimes we took it for granted, jasa para pahlawan Indonesia yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kalau bukan karena jasa dan aksi heroisme mereka kita mungkin belum menjadi rakyat yang merdeka sekarang. So let's give a deep appreciation to our fallen heroes who died for this country's independence (*solemn hymn*).



Sooo... anyway, seperti biasa setiap tanggal 17 Agustus kota kota di Indonesia biasanya merayakan dengan cukup meriah. Dengan atribut merah-putih sebagai lambang bendera Indonesia, dan berbagai perayaan meriah seperti lomba 17 Agustusan, upacara di sekolah, sampai promo diskon 17 Agustusan :)

Salah satu cafe yang ikut merayakan kemerdekaan Indonesia dengan meriah adalah "Bukan Ruang", sebuah cafe kecil di bilangan Kemang Jakarta Selatan, yang ikut berdandan diri dengan memajang dekorasi merah-putih yang meriah. Waktu pertama datang kesini saya nggak menduga bakal ada hiasan seperti ini, so it was a really nice surprise :)



Dekornya cukup meriah, dan cocok dengan tema interior cafe yang minimalis. Ini pertama kalinya saya ke Bukan Ruang, dan langsung betah banget disini hehe Selain karena pas lagi didekor 17 Agustusan gini (yang nggak semua cafe melakukan dekor gini), tempatnya juga cukup tersembunyi dari hiruk pikuk jalan raya Kemang. Dan walaupun cafe nya tidak terlalu besar tapi cukup sepi dan suasananya bikin homey, dengan pilihan musik yang nggak terlalu kencang. Pokoknya dapet banget deh "vibes" nya.

Waktu kami kesini itu pas sore hari jam pulang kerja, dan walaupun letaknya di pinggir jalan raya tapi lokasi gedungnya agak masuk ke dalam, sehingga lebih nyaman dan tidak terlalu bising. Sore itu kami pesan Body Latte (which is segelas Latte dengan base Vietnamese Coffee), dan Misto Americano (yaitu segelas Americano dengan tambahan whipped cream). Saya juga pesan Chocolate Cookies, yang rasanya enak dan harganya juga nggak terlalu mahal. 

Kalau untuk rasa kopi nya sih lumayan ya, nggak yang wow banget, tapi juga bukan yang nggak enak. Jadi kategorinya sedang-sedang saja. Tapi porsinya lumayan di gelas besar, dan penampilannya juga cantik. Ditambah vibes cafe nya yang asik (dan sudut-sudut yang instagrammable) bikin ngopi disini jadi sesuatu yang menyenangkan :)




Buat kalian yang demen foto foto ootd (kaya saya *uhuk*), untuk sudut instagrammable bisa di bagian luar depan cafe dengan kaca besar dan bangku bangku kayu, atau di sofa sudut di bagian dalam cafe (yang merupakan spot ter-pewe di Bukan Ruang hehe). I had a nice afternoon at Bukan Ruang and would love to come there again some times in the future :)

Untuk referensi harga kopinya bisa dilihat berikut ini yaa :


- Body Latte : Rp 39,000
- Misto Americano : Rp 39,000
- Cookies : Rp 16,000

[Harga diatas sudah termasuk pajak yaa]



Merdeka ! 💪



Bukan Ruang
Jl. Kemang Raya No.29
Jakarta Selatan 12730






Selamat ngopi !

#CafeHunter : Sudoet Tjerita - Si Cafe ala Santorini

Friday, July 5, 2019

Sesuai janjiku di postingan kemarin, hari ini mau cerita tentang sebuah 
cafe kecil di sebelah utara kota Jakarta yang suasananya bak seperti di Santorini, Yunani.



Siapa yang udah pernah denger tentang Cafe Sudoet Tjerita ini? Kalaupun belum pernah denger namanya pasti at least udah pernah liat foto-foto cafe nya bertebaran di jagad Instagram hehe..

Cafe Sudoet Tjerita ini lumayan sering wira wiri di Instagram, baik dari akun penikmat cafe/coffeegram-mer maupun postingan #ootd ciwi ciwi instagram hihihi.. Katanya cafe ini punya vibes ala ala Santorini, salah satu tujuan wisata Internasional yang lagi hyped banget (I guess masa-masanya Maldives sebagai tujuan favorit wisata udah lewat yee kayanya 😜).

Awalnya sempet bingung nyari lokasi cafe ini karena ternyata plang nya kecil dan hampir tidak terbaca kalau kita nggak merhatiin banget. Dan karena cafe ini ternyata letaknya di lantai roof top sebuah ruko, that's why cafe nya nggak terlihat dari pinggir jalan. Saya pun awalnya sempat terlewat, sampai muter yang kedua kalinya baru akhirnya ketemu plang kecil nya diantara fasad ruko-ruko yang berjejer di sepanjang jalan.

Begitu lihat plang nya langsung masuk aja dan cari lift untuk naik keatas. Begitu keluar dari lift maka harus naik tangga lagi sedikit untuk sampai ke area roof top dimana cafe ini berada. Kesan pertama pas sampai di roof top ini sih wow banget yaa.. Karena suasana dan model gaya bangunannya sampai warna cat putih dominannya itu memang langsung bikin kita teringat akan foto foto Santorini, destinasi liburan yang nampaknya ada di list hampir semua orang termasuk saya hehe..







So this is basically a balcony cafe, jadi sebagian besar ruangannya adalah ruangan outdoor (balcony) dan semi outdoor. Makanya saya saranin kalo kesini mending pagi pas baru buka (sekitar jam 10) atau sore sekalian, biar nggak terlalu panas kalau kebetulan dapat tempat duduk di luar. Karena cafe ini nampaknya selalu rameee, banyaak banget yang datang sampe waktu saya kesana aja banyak yang antri antri pada berdiri karena nggak kebagian tempat duduk. 

Kapasitas seating area nya memang tidak terlalu banyak, mengingat ini lokasinya hanya di roof top sebuah ruko, jadi kalau mau kesini siap siap antri tempat duduk yah apalagi mengingat cafe ini masih hyped sampai sekarang :)

Selain area outdoor dan semi outdoor, juga terdapat area indoor dan ber-AC. Waktu itu saya sengaja memilih duduk di luar, selain karena biar bisa nikmatin "Santorini vibes" nya juga karena emang kebetulan aja dapet jatah tempat duduknya disitu sih secara waktu itu jam 10 pagi lewat aja udah rame cafe nya jadi nggak bisa leluasa pilih pilih tempat duduk juga hehe..




Waktu itu karena kita baru aja selesai makan di The Garden jadi kita cuma ngopi ngopi aja disitu. Dan pas kita kesana itu pas hari libur nasional, jadi waktu itu ramai sekali pengunjung cafe yang datang (ditambah yang pada berdiri antri cari tempat duduk). Mungkin itu jadi salah satu faktor kenapa pesenan kopi kita pun datangnya agak lama walaupun cuma pesan kopi doang. I guess the staffs were a little bit overwhelmed that day. But, the taste of the coffee are good and we enjoyed our coffee.

Tak terasa hari semakin bertambah siang, dan jadinya matahari tambah terik dan kemudian lama lama keringetan juga duduk di luar hehe. Tapi pas banget lagi panas terik gitu ordernya iced coffee dong  yekaann?? hihihi..

Anyway, waktu itu saya pesan Shaken Caramel (dingin) dan hubby pesen V60. Si hubby langsung abis kopinya gak pakai lama karena enak katanya. Shaken Caramel saya juga enak, pas buat hari yang terik seperti hari itu :)





Overall, love banget sih sama dekor dan eksteriornya Sudoet Tjerita. Suasana "Santorini" nya juga dapet banget. Buat spot #ootd juga keren banget kalian mau foto di sudut manapun jadinya tetep keren :)

Buat yang suka ngafe untuk kerja dengan suasana hening atau buat yang mau enjoy their coffee without the busy atmosphere mungkin sebaiknya kesini pas mereka baru buka banget. Karena kalau udah siangan dikit aja bakal banyak yang dateng dan pada foto foto di sekitar kalian hehe If you don't mind that scene then go ahead and enjoy the Santorini vibes! 

Oya mon maap gak bisa taruh info harga kopinya disini karena struk nya hilang entah kemana huhuu.. Intinya, boleh lah kalau pas lagi di PIK main ke Sudoet Tjerita. If not for the coffee then for the unique "Santorini" vibes it has. Your ootd posts would be so worth it here :)


(dapet salam dari mbak penjaja keramik Santorini 😂)




Sudoet Tjerita
Ruko, Crown Golf Boulevard Pantai Indah Kapuk Street No.12, 
Kamal Muara, Penjaringan, North Jakarta City, Jakarta 14470





Cheers,



#CafeHunter : Bangi Kopitiam (Sabang)

Friday, October 9, 2015

Dua minggu lalu sehabis menghadiri beauty event di Hotel Pullman - Thamrin Jakarta, saya pun mengajak hubby K untuk explore kuliner di Jl. Sabang yang kebetulan dekat lokasinya sama hotel Pullman. 

Dulu waktu kecil, berhubung saya pernah tinggal di Setiabudi, saya sering diajak papa saya makan di Sabang sekeluarga. Apalagi saat itu Jl. Sabang lagi ngetop-ngetopnya sebagai salah satu pusat jajan dan area "nongkrong" jaman baheula hehe.. Sering juga papa saya pulang ke rumah bawa sate Sabang yang terkenal itu. Tapi kalau sekarang sih karena melihat tempat sate-nya di pinggir jalan raya banget (yang semakin banyak polusi-nya dibanding bertahun-tahun lalu), saya jadi agak risih kalau mau beli sate sabang lagi.

Anyway, sebenarnya tadinya hubby K ngajakin makan di Cafe Pisa yang letaknya persis di belakang Sarinah Thamrin. Dulu ini juga termasuk tempat makan yang laris dikunjungi - sebelum banyak bermunculan cafe-cafe lucu seperti sekarang ini. Dulu juga jaman pacaran kita pernah nge-date makan disitu beberapa kali. Mungkin kemarin K mau nostalgia ngajakin makan di Kafe Pisa lagi (hihihi), tapi sayangnya gagal karena terbentur oleh faktor rame-nya kafe pisa saat itu. Sepertinya sih gara-gara sedang ada acara di sekolah yang terletak persis di depan Kafe Pisa itu, jadinya banyak orangtua murid beserta sanak saudara yang mampir ke Kafe. Jadi ilfil duluan ah lihat keramaian kafe, jadi akhirnya batal ke Kafe Pisa, dan muncul ide untuk melipir ke Sabang aja :)


Setelah muterin Jl. Sabang akhirnya saya ajak K ke salah satu kopitiam yang tempatnya sepertinya terlihat menarik. Lagipula parkirnya gampang, secara parkir di Sabang kudu rebutan ( mana mahal pulak parkir-nya, ishhh... ). Oya, nama tempatnya: Bangi Kopitiam.

Dari luar sih terlihat seperti bangunan biasa, tapi pas masuk ke dalam interiornya lumayan bikin nyaman. Apalagi sifatnya semi terbuka, dan ada area lantai 1 dan 2 yang berkonsep semi outdoor karena dindingnya terbuka sebagian. Ada juga area non smoking, tapi kayanya kurang enak deh soalnya nggak ada view-nya, dan sempit ruangannya. Mending pilih yang area smoking, karena walaupun untuk area merokok tapi karena konsepnya semi-terbuka jadi aliran udaranya lancar dan tidak terganggu asap rokok dari meja lainnya. 

Ini pertama kalinya saya ke Bangi Kopitiam. Dan kopitiam ini aslinya dari Malaysia. Menunya lumayan banyak: dari mulai aneka kopi-kopian, aneka fresh drinks, cemilan seperti kaya toast, roti canai, breakfast dish; juga berbagai makanan berat tersedia di menu. 

click photo to enlarge

Sebagai penggemar sejarah saya suka Bangi Kopitiam ini karena konsepnya banyak mengandung nilai historis. Dari mulai sejarah berdirinya Bangi Kopitiam yang dilandasi warisan masa lampau, juga menu "makanan klasik" yang dilengkapi dengan cerita masa kecil di balik setiap menu-nya.

Tempatnya nyaman, dan semakin malam semakin ramai oleh pengunjung yang datang, jadi saran saya lebih baik datang kesini sebelum jam makan malam resmi dimulai, supaya bisa pilih spot tempat duduk yang paling enak.

Interior-nya seperti yang saya sudah sebut diatas - nyaman dan comfy. Pas banget buat nongkrong cantik atau breakfast/brunch - karena banyak menu ringan yang bisa dipilih untuk sarapan maupun ngemil teman minum kopi. Pelayanan lumayan oke karena waiter/ss nya banyak dan cukup ramah serta sigap.

Buat yang senang kopi-kopian disini puas deh, ada banyak banget pilihan kopi yang bisa dipilih dari menu-nya. Berbagai macam pilihan minuman lainnya juga tersedia. Semuanya khas melayu banget, jadi lumayan jadi alternatif pengganti starbucks, coffeebean, dan sejenisnya :)



Untuk makanannya, saat itu saya memesan Sup Wonton Mee dengan Pangsit Udang (Rp 38,000), serta segelas Teh O Ais (Rp 12,000) alias Ice Tea hehe. Hubby K memesan Mee Wonton (Rp 38,000) yang disajikan dengan semangkuk kecil sup pangsit udang. Jadi sebenarnya menu kita berdua sama ya, bedanya saya pesan yang sup, sementara hubby K pesan yang versi "goreng" dengan sup kuah terpisah ;p

Mie-nya uenakk bangett. Dua-duanya enak. Porsinya lumayan lah ya. Dan kuah-nya segar dan gurih banget. Sayurannya pun segar dan penataan makanan-nya cantik menggugah selera. Pangsit udangnya pun lembut tapi gurih. Cocok lah pokoknya untuk selera saya dan hubby. Rasanya melayu bingit kak !

Oya, karena betah nongkrong di Bangi akhirnya setelah makan kami masih memesan menu lain untuk teman mengobrol, yaitu seporsi roti canai kari (Rp 28,000) dan sepiring Melacca Portuguese Toast (RP 20,000) alias roti panggang ala Portugis Melaka.

Roti panggangnya enak juga, simple banget dengan butter tebal di bagian dalamnya. Rotinya pun roti yang berwarna coklat yang crunchy di pinggir namun lembut di tengah. Sementara roti canai nya pun gurih dengan kuah kari yang lezat. Baru 5 menit udah abis itu roti canai di meja hehe

Wan tan Mee Soup with Prawn Wan tan
Wan Tan Mee with Prawn Wan tan
Roti Canai with Curry
Melacca Portuguese Toast


Satu lagi yang saya pesan dan langsung menjadi favorit saya sampai selalu terbayang-bayang di benak saya sampai berhari-hari yaitu .... Iced Salted Caramel Latte !! 

Oh Em Jiii ... Ini minuman enak buangettt sampai saya termimpi-mimpi terus hahaha Kalau aja Jl.Sabang itu dekat rumah saya udah saya samperin muluk kali tiap hari demi segelas Salted Caramel Latte dingin yang super duper enak ituuuhh... 

Kalau pernah cobain Salted Caramel Latte nya Starbucks yang dulu pernah keluar disini, nah ini versi lebih enaknya hihihi Paduan manis dengan rasa sedikit asin bikin saya kecanduan, soalnya versi Bangi Kopitiam ini pas bangett paduan rasanya. Saya sampai browsing dimana lagi ada Bangi Kopitiam dekat saya tinggal. Eh baru kemarenan nemu di Serpong, ketemunya juga nggak sengaja, pas lagi lewat jalan raya mau ke tol eh ngeliat plang Bangi KopiTiam. Yasalam, emang gak jodoh yaa.. karena waktu itu udah jalan pulang mau ke tol jadi udah nggak sempat mampir beli Salted Caramel Latte. 
Hiks...
Aku...
Kecanduan...


Helppp...




Selamat Ber-kuliner!
 

Review: TWG Tea Salon & Boutique

Sunday, November 30, 2014

Break dulu yah dari serial Puncak Trip (yang belum abis-abis juga hehe).. 
This is another story ...


Sekarang yang lagi booming udah bukan nongkrong di coffee shop lagi, melainkan duduk manis sore-sore sambil nge-teh di tea house ;)

Yap, sekarang sudah makin banyak tea house yang bermunculan seiring trend terbaru yaitu nge-teh. Untuk yang biasa minum kopi biasanya juga suka minum teh (biasanya lhoo hehe). Kalau saya memang kebetulan suka dua-duanya (kopi dan teh), jadi sejak awal bermunculan tea house ini saya sebenernya udah kebelet banget pengen nyobain nge-teh di tea house sambil nyobain berbagai macam jenis teh yang tersedia.

Sebagai penggemar teh dan sesuai hobby saya yang senang mencoba hal-hal baru maka saya penasaran banget sama Tea House karena disitu lah saya bisa mencoba berbagai macam varian teh yang pastinya tidak bisa didapatkan secara luas. Tea house yang pertama saya datangi adalah TWG Tea Salon & Boutique yang termasuk salah satu tea house pertama yang membuka gerai di Indonesia.


TWG Tea Salon & Boutique ini ada dua lokasi di Jakarta, satunya di Plaza Senayan dan satunya lagi di Pacific Place. Hari itu kebetulan saya sedang ada event peluncuran Bio Oil di Plaza Senayan jadi setelah event usai saya mengajak suami untuk nge-teh sore dulu di TWG Tea Salon & Boutique.

Dari luar tempatnya keliatan gemerlap dan terang benderang karena dominasi warna keemasan pada exteriornya dan warna kuning cerah pada deretan kaleng teh besar khas TWG di bagian interiornya. Pas masuk ke dalam ternyata tempatnya sebenarnya cukup kecil dan space-nya dibagi dua untuk toko teh mungil dan tea lounge.

Di tea lounge nya sendiri karena space yang terbatas jadi tempat duduknya harus mepet sana-sini, bisa senggolan sama tetangga sebelah meja jadinya hehe Oya by the way pas kita kesana eh pas lagi ada Dian Sastro sama keluarga dan temannya lagi nge-teh juga (*fan girl moment here*) ;p

Anyway, waktu itu karena udah makan siang jadi kita cukup ngemil sama nge-teh aja. Kita pesen paket snack + tea yang bisa dipilih sendiri, namanya TWG Fortune Set:

A choice of TWG tea of own choosing - WITH a choice of warm toasted sandwich + A choice of 2 freshly baked scones / muffins / cake - served with TWG Tea jelly and whipped cream + A choice of 3 macarons.  

The price for this package set is IDR 180.000,-



 
Waktu itu kita pilih Croque Monsieur untuk pilihan sandwich nya, lalu Financier Cake dengan jelly & cream. Dan juga 3 pilihan rasa Macarons. Ukuran sandwich dan kue nya sih kecil-kecil ya jadi pas banget untuk snacking sore hari sambil nge-teh. Rasanya enak, baik sandwich maupun kuenya. Kalau mau sambil makan berat juga tersedia beberapa pilihan makanan di daftar menu.

Oya untuk pilihan teh kebetulan hubby K membiarkan saya yang memilih, jadi waktu itu dari daftar menu saya pilih yang namanya terdengar cukup menarik (karena di daftar menu TWG banyak banget pilihan teh yang ditulis berderet-deret plus nggak ada keterangannya, jadi milihnya ya cap-cip-cup aja deh hehehe). Berdasarkan namanya yang menarik saya pilih Silver Moon Tea ;p - di bawah ini keterangan Silver Moon Tea yang barusan saya dapat dari internet:

TWG Silver Moon Tea is a TWG blend of green teas accented with grand berry and vanilla bouquet. Smooth, with just a hint of spice.


Rasanya enak bangettttt... Saya dan hubby K sampe terpesona karena rasanya yang unik dan beda banget dari berbagai varian teh celup yang saya pernah coba sebelumnya. Walaupun nggak pakai gula tapi rasanya enak, manis dan harum. Teh nya juga terasa smooth banget di mulut. Benar-benar pilihan yang pas.

Karena keenakan minum Silver Moon eh tau-tau satu teapot udah abis. FYI, satu teapot hanya cukup untuk sekitar 2 1/2 cangkir saja. Berhubung sukses sama pilihan pertama si Silver Moon Tea, kita jadi penasaran sama rasa teh yang lainnya, akhirnya kita pesen teh lagi berhubung teapot kita juga udah kosong. Kali ini hubby K yang pilih dari daftar menu. Pemilihannya kembali berdasarkan nama dan hasil cap-cip-cup hehe Pilihan jatuh kepada teh yang namanya Weekend in St Tropez :

TWG Weekend in St Tropez - Drinking in the scent of red fruits and berries whilst wandering along the picturesque promenades of the Cote d’Azur, this black tea blend will sparkle in your teacup and linger on the palate. 


Pas pertama kali minum saya udah bisa nebak ini pasti black tea karena warnanya yang gelap dan rasanya yang cukup signifikan. Untuk blend kali ini rasanya tidak semanis yang Silver Moon namun wanginya tak kalah enak. Terasa sedikit rasa buahnya dan teh-nya lebih thick dibanding Silver Moon yang lebih smooth. Rasanya teh ini cocok untuk minum di pagi hari atau untuk menemani makan yang agak berat (imho). Harga satu teapot untuk Weekend in St Tropez adalah IDR 45.000,- 

Overall, pengalaman high tea pertama ini sukses bikin kami ketagihan. Bahkan hubby K yang tadinya jarang minum teh sekarang jadi suka minum teh hihihi Berhubung ketagihan jadi kita berdua udah punya rencana untuk high tea di TWG lagi nanti kapan-kapan. Mau nyobain teh yang lain lagi, hasil cap-cip-cup sotoy asal tunjuk menu hehehe Mungkin next time mau cobain yang di Pacific Place ahhh... :)


TWG TEA SALON & BOUTIQUE
Plaza Senayan
Level 1 Unit 109A
Jalan Asia Afrika No.8, Senayan, Jakarta
Tel: + 62 215725276

Pacific Place
Level 1, Unit 30B, SCBD
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta
Tel: + 62 21 5797 3272




Happy Weekend!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS